TULUNGAGUNG, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani tembakau. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing komoditas tembakau lokal.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Tembakau yang diikuti sebanyak 25 kelompok tani dari sejumlah kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Tulungagung.
Para peserta berasal dari Kecamatan Sumbergempol, Boyolangu, Campurdarat, Pakel, dan Bandung.
Kegiatan tersebut merupakan program Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan keterampilan petani, mulai dari teknik budidaya, penanganan pascapanen, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Drs. Suyanto, MM melalui Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Triwidyo Agus Basuki, SP, MM, mengatakan peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam mendorong kualitas tembakau lokal Tulungagung.
Menurutnya, salah satu materi utama yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah teknik budidaya tembakau.
“Materinya meliputi pemilihan benih, pemurnian varietas, dan pemupukan organik,” ujar Triwidyo Agus Basuki yang akrab disapa Okky.
Selain teknik budidaya, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen alat dan mesin pertanian (alsintan). Materi tersebut diberikan agar petani mampu mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian dalam menunjang kegiatan budidaya.
Materi lainnya adalah penanganan pascapanen, khususnya teknik pengolahan daun tembakau secara tepat agar kualitas dan nilai ekonominya tetap terjaga.
“Melalui bimtek ini, kami ingin petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan bahan baku tembakau berkualitas tinggi,” jelasnya.
Tak hanya peningkatan kualitas produksi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani. Petani diberikan pemahaman mengenai manajemen organisasi kelompok, analisis usaha tani, efisiensi usaha, hingga peluang kemitraan.
Kabupaten Tulungagung sendiri memiliki varietas tembakau lokal Gagang Rejeb yang telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pertanian. Keberadaan varietas lokal tersebut menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui pemanfaatan dana DBHCHT di Dinas Pertanian berharap kualitas tembakau lokal Tulungagung semakin baik dan memiliki cita rasa yang khas. Goal-nya tentu petani bisa mendapatkan kesejahteraan dari budidaya tembakau,” terang Okky.
Dengan peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, serta penerapan teknik budidaya dan pascapanen yang tepat, Pemkab Tulungagung berharap sektor tembakau semakin mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. (Sup)





