MSRI Akan Gelar Rakornas Februari 2027, Perkuat Kompetensi Wartawan, Integritas, dan Kepercayaan Publik

  • Whatsapp
IMG 20261026 WA0052

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Transformasi digital membawa perubahan besar terhadap dunia pers. Kecepatan penyebaran informasi, perkembangan teknologi, dan meningkatnya persaingan antarmedia menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa mengorbankan akurasi, independensi, dan integritas jurnalistik.

Di tengah tantangan tersebut, Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menyiapkan langkah strategis melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta meneguhkan komitmen terhadap pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengusung tema “Transformasi Pers di Era Digital: Memperkuat Kompetensi, Menjaga Akurasi, dan Membangun Kepercayaan Publik,” Rakornas ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran MSRI untuk menyatukan visi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta merumuskan langkah konkret dalam menghadapi perkembangan dunia jurnalistik.

Bagi MSRI, transformasi pers bukan sekadar kemampuan mengikuti perkembangan teknologi atau mempercepat publikasi berita. Lebih dari itu, transformasi harus menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik, memperkuat budaya verifikasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar fakta yang jelas.

Tujuan utama Rakornas MSRI adalah memperkuat konsolidasi dan soliditas organisasi secara nasional, menyatukan visi seluruh jajaran, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menghadapi tantangan era digital.

Penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu pemberitaan. Setiap unsur organisasi diharapkan memahami tugas, fungsi, kewenangan, serta tanggung jawabnya agar pelaksanaan program kerja berlangsung lebih terarah, efektif, dan berkesinambungan.

Rakornas juga diharapkan menjadi ruang evaluasi bersama untuk mengidentifikasi tantangan organisasi, memperkuat koordinasi antara jajaran organisasi dan redaksi, serta menyusun rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir.

Soliditas organisasi tidak cukup dibangun melalui struktur dan koordinasi formal. Soliditas harus diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi yang efektif, serta kesamaan komitmen dalam menjaga nama baik organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

Dengan demikian, Rakornas diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi menjadi bagian dari proses pembenahan organisasi dan peningkatan standar kerja jurnalistik secara berkelanjutan.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Di satu sisi, teknologi memberikan peluang bagi media untuk memperluas jangkauan pemberitaan dan meningkatkan efektivitas kerja redaksi. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi keliru, berita yang belum terverifikasi, serta tekanan untuk menjadi yang tercepat dalam memublikasikan suatu peristiwa.

Dalam situasi tersebut, MSRI menempatkan akurasi sebagai prinsip yang tidak dapat dikorbankan demi kecepatan.

Kecepatan tanpa ketelitian berpotensi menyesatkan publik. Sementara itu, informasi yang disebarluaskan tanpa verifikasi dapat merugikan pihak tertentu dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap media.

Karena itu, setiap wartawan dituntut mampu melakukan peliputan secara cermat, memeriksa sumber informasi, menguji kebenaran data, melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, serta menyajikan pemberitaan secara berimbang.

Pemanfaatan teknologi digital harus ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas jurnalistik, bukan sebagai alasan untuk mengabaikan proses pemeriksaan fakta dan tanggung jawab editorial.

Bagi MSRI, kemajuan teknologi hanya akan memberikan manfaat apabila diiringi dengan peningkatan kompetensi, kedisiplinan, dan integritas insan pers.

Dalam struktur redaksi MSRI, Slamet yang akrab disapa Cak Bram, menjabat sebagai Pemimpin Redaksi. Dalam pembinaan dan pengembangan kompetensi, pendekatan ATM – Amati, Tiru, Modifikasi dapat menjadi metode pembelajaran untuk mengenali praktik jurnalistik yang baik, mengambil nilai positif, dan mengembangkannya sesuai kebutuhan organisasi.

Namun, prinsip ATM harus diterapkan secara kritis dan bertanggung jawab. Pendekatan tersebut bukan pembenaran untuk menyalin karya jurnalistik pihak lain, mengambil materi tanpa izin, atau mengabaikan orisinalitas.

Sebaliknya, ATM harus dimaknai sebagai proses belajar dari praktik yang baik, memahami metode yang digunakan, kemudian mengembangkan kemampuan dan pendekatan sendiri berdasarkan fakta, kebutuhan peliputan, serta standar jurnalistik yang berlaku.

Setiap wartawan tetap dituntut menghasilkan karya secara mandiri melalui proses peliputan, wawancara, pengumpulan data, verifikasi, konfirmasi, dan penyajian informasi yang berimbang.

Profesionalisme tidak diukur dari seberapa cepat seseorang meniru pola pemberitaan, melainkan dari kemampuannya menggali fakta, menyusun informasi secara akurat, menghadirkan sudut pandang yang relevan, dan menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui Rakornas, pengembangan kompetensi diharapkan mencakup kemampuan peliputan, penulisan berita, pengembangan laporan mendalam, pemanfaatan teknologi digital, pemeriksaan fakta, serta pemahaman terhadap tanggung jawab etik dan hukum dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Hari Setiawan, selaku Wakil Pemimpin Redaksi MSRI sekaligus Ketua Panitia Rakornas, menjadi bagian penting dalam koordinasi persiapan kegiatan nasional tersebut.

Persiapan kegiatan mencakup penyusunan agenda, koordinasi kepanitiaan, pendataan peserta, pengaturan kebutuhan teknis, serta perumusan hasil dan rekomendasi yang diharapkan menjadi acuan pengembangan organisasi.

Seluruh aspek tersebut perlu dipersiapkan secara terarah agar kegiatan berjalan tertib, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta serta organisasi.

Keberhasilan Rakornas tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pelaksanaan, tetapi juga oleh hasil yang dapat diterapkan setelah forum berakhir. Oleh karena itu, penyusunan rekomendasi, penguatan koordinasi redaksi, pembinaan wartawan, dan evaluasi pelaksanaan tugas menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan kegiatan.

Melalui persiapan yang matang, Rakornas diharapkan menghasilkan kesepahaman organisasi, peningkatan standar kerja jurnalistik, serta program pengembangan kompetensi yang memiliki arah dan sasaran jelas.

Dari aspek hukum pers, MSRI memiliki unsur Dewan Penasihat Hukum (Bidkum), yakni Adv. Edi Sumarno, S.H., M.M., yang akrab disapa Mbah Ganthol, serta Adv. Supolo Setyo Wibowo, S.H., M.H.

Keberadaan kedua penasihat hukum tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman mengenai aspek hukum pemberitaan, tanggung jawab profesional, serta pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pemahaman hukum bukan sekadar pelengkap profesi kewartawanan, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas, kredibilitas, dan akuntabilitas media.

Wartawan harus mampu membedakan fakta, dugaan, pendapat, dan informasi yang belum terverifikasi. Pemberitaan mengenai dugaan pelanggaran atau persoalan hukum harus disusun secara cermat, tidak menghakimi, serta memperhatikan asas praduga tak bersalah dan keberimbangan informasi.

Selain itu, media harus menghormati hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan kekeliruan dalam pemberitaan, koreksi harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

Keberanian mengungkap fakta harus berjalan beriringan dengan ketelitian, independensi, kepatuhan terhadap hukum, serta penghormatan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Pers yang profesional bukanlah pers yang bekerja berdasarkan prasangka atau kepentingan tertentu, melainkan pers yang berpegang pada fakta, melakukan konfirmasi, dan memberikan ruang yang patut bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan keterangan.

Salah satu sasaran utama Rakornas MSRI adalah memperkuat kepercayaan publik melalui peningkatan mutu pemberitaan dan konsistensi penerapan prinsip jurnalistik.

Kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui slogan, popularitas, atau kecepatan publikasi. Kepercayaan tumbuh dari konsistensi media dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, independen, dan dapat diuji kebenarannya.

Setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses pemeriksaan yang memadai. Sementara itu, setiap kekeliruan harus disikapi dengan keterbukaan dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemanfaatan teknologi digital juga harus disertai tanggung jawab editorial, kehati-hatian dalam menggunakan sumber informasi, serta komitmen untuk tidak mengorbankan kebenaran demi mengejar perhatian publik.

Bagi MSRI, kredibilitas media merupakan hasil dari kerja yang konsisten, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur jurnalistik, serta keberanian mempertahankan prinsip profesional di tengah berbagai tantangan.

Karena itu, penguatan kompetensi, integritas, dan pemahaman hukum harus diterjemahkan ke dalam praktik kerja sehari-hari, baik dalam peliputan di lapangan maupun dalam pengambilan keputusan di ruang redaksi.

Melalui Rakornas, MSRI menargetkan terciptanya kesamaan visi organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, penguatan disiplin kerja, serta pemahaman hukum dan etika pers yang semakin baik.

IMG 20261026 WA0056Forum ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk pengembangan organisasi, termasuk program pembinaan wartawan, evaluasi berkala, peningkatan standar kerja redaksi, dan penguatan koordinasi antarelemen.

Hasil Rakornas perlu ditindaklanjuti melalui program yang terukur agar kesepakatan bersama tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas organisasi dan praktik jurnalistik.

Seluruh unsur MSRI diharapkan menjadikan forum ini sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran bersama untuk memperkuat tanggung jawab profesional, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada kualitas dan kepentingan masyarakat.

Rakornas juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kemajuan organisasi harus dibangun melalui kerja nyata. Komitmen terhadap profesionalisme harus tercermin dalam cara wartawan bekerja, cara redaksi mengambil keputusan, dan cara organisasi menjalankan tanggung jawabnya.

Transformasi pers bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Transformasi harus menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan keteguhan integritas, keberanian mengungkap fakta, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

MSRI berharap Rakornas menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk membangun organisasi yang solid, wartawan yang kompeten, redaksi yang profesional, serta media yang bertanggung jawab dan dipercaya masyarakat.

MSRI menjadwalkan Rakornas pada Sabtu–Minggu, 27–28 Februari 2027, bertempat di Hotel Sahid Surabaya, Jalan Sumatera No. 1–15, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Rakornas tersebut mengusung tema “Transformasi Pers di Era Digital: Memperkuat Kompetensi, Menjaga Akurasi, dan Membangun Kepercayaan Publik.” Tema ini menegaskan arah pengembangan MSRI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan profesionalisme organisasi, dan menjaga integritas jurnalistik di tengah perubahan lanskap media.

Melalui agenda ini, MSRI berharap seluruh unsur organisasi dapat memperkuat kesamaan visi, menyatukan langkah, serta meneguhkan tanggung jawab profesional dalam menghadirkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

Rakornas MSRI bukan sekadar menyatukan organisasi, melainkan menyatukan komitmen, memperkuat kompetensi, menegakkan integritas, dan membangun kepercayaan publik.

Pada akhirnya, kekuatan media tidak hanya ditentukan oleh luasnya jangkauan pemberitaan atau cepatnya informasi disampaikan, tetapi juga oleh kualitas karya jurnalistik, keteguhan memegang prinsip, dan kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui tanggung jawab profesional.

MSRI – Perspektif • Akurat • Terpercaya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *