Camat Jombang Lakukan Validasi Data BPJS Kesehatan, Temukan Ratusan Data Tak Aktif

  • Whatsapp
Img 20250520 Wa0092

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Camat Jombang, Kabupaten Jember, Nuryadi, S.STP, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan validasi data peserta BPJS Kesehatan gratis yang ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program Respati dalam rangka mendukung Universal Health Coverage (UHC). Menurut Nuryadi, selama bertahun-tahun jumlah penerima bantuan iuran BPJS di wilayahnya stagnan di angka 26.807 orang, tanpa adanya perubahan signifikan, padahal secara logika pasti ada yang meninggal atau pindah domisili.

Validasi data ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jember, yang meminta para camat untuk menelusuri dan memverifikasi keberadaan para penerima BPJS gratis. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa jika ada peserta yang sudah meninggal dunia, maka datanya dapat segera diproses untuk pembuatan akta kematian dan dihentikan pembayaran iurannya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban anggaran daerah dan menyalurkan bantuan kepada warga yang benar-benar berhak.

Namun, di lapangan terdapat kendala yang cukup signifikan. Salah satunya adalah adanya penolakan dari keluarga yang enggan mengurus akta kematian anggota keluarga mereka yang sudah wafat. Mereka khawatir, jika status kematian dicatatkan secara resmi, maka bantuan BPJS gratis akan dihentikan. Nuryadi menyebut kondisi ini sebagai “realita” yang masih harus dihadapi oleh petugas di lapangan.

Meski begitu, Camat Jombang tetap berkomitmen melanjutkan proses validasi. Hingga minggu terakhir, sudah tercatat 123 warga pindah domisili dan 345 warga meninggal dunia, sehingga total 468 data berhasil dimutasi dan dinonaktifkan dari daftar penerima BPJS. Persentase penonaktifan ini mencapai 1,75% dari total penerima aktif di kecamatan tersebut.

Nuryadi berharap, melalui proses validasi yang berkelanjutan, program BPJS Kesehatan gratis benar-benar tepat sasaran. Artinya, bantuan tersebut hanya diberikan kepada warga Kecamatan Jombang yang masih hidup dan benar-benar membutuhkan, sehingga efisiensi anggaran dapat tercapai dan pelayanan kesehatan semakin merata.

(Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *