Jenazah Pria Penjaga Warkop Ditemukan Membengkak, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

  • Whatsapp
Img 20250526 Wa0017
Petugas Kepolisian Polsek Gubeng evakuasi jenazah pria dari kamar Hotel di kawasan Pucang Anom Surabaya

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Warga sekitar kawasan Pucang Anom Timur, Kecamatan Gubeng, Surabaya, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria dalam kondisi mengenaskan dalam kamar  Hotel di kawasan Pucang Anom Surabaya, Sabtu malam (24/5/2025).

Identitas korban diketahui bernama Widyasworo Alfauzi (37), yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung kopi (warkop). Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat, diduga kuat korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Bacaan Lainnya
Img 20250526 Wa0017
Petugas Kepolisian Polsek Gubeng evakuasi jenazah pria dari kamar Hotel di kawasan Pucang Anom Surabaya

Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Adjie Rizki, saat dikonfirmasi pada Senin (26/5/2025), membenarkan adanya penemuan mayat pria dewasa di kamar hotel kawasan Pucang Anom tersebut.

“Benar, ditemukan jenazah pria dalam kondisi membusuk di sebuah kamar hotel di kawasan Pucang Anom Surabaya,” ujarnya kepada awak media.

Menurut keterangan pihak kepolisian, jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan di tubuh korban.

“Korban secara murni meninggal karena penyakit parah yang dideritanya, dan pihak keluarga korban tidak berkenan jenazah diotopsi serta langsung dibawa pulang untuk dimakamkan,” jelas Iptu Adjie Rizki.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak Polsek Gubeng. Sejumlah saksi, termasuk teman dekat, kekasih korban, hingga pemilik kamar hotel, tengah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian.

“Tersirat motif korban mengunci diri di kamar hingga meninggal masih kami dalami. Sementara, handphone korban masih dalam posisi terkunci sehingga belum bisa diakses untuk melihat rekam jejak komunikasinya,” pungkas Kanit Reskrim Gubeng tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik maupun mental patut menjadi perhatian bersama. Pihak berwajib terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur kejahatan dalam peristiwa tragis tersebut.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *