SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kenakalan remaja, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak intensif turun ke lapangan. Kali ini, sosialisasi digelar di SMP Tri Guna Bhakti, Jalan Kyai Tambak Deres nomor 34, Bulak, Surabaya.
Melalui kegiatan edukatif ini, para siswa dibekali pemahaman mendalam terkait bahaya pergaulan bebas, balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), hingga judi online (judol) yang makin marak menjerat usia di bawah umur.

Tiga petugas dari Unit Idik V PPA, yaitu Bripka Zanu Tri Widodo, Brigadir Rendys Oktarias, dan Bripda Ahmad Dani turun langsung ke lapangan. Mereka tak hanya menyampaikan materi, namun juga aktif berdialog dengan siswa, menciptakan suasana interaktif yang membangun kesadaran hukum dan sosial.
Dengan pendekatan persuasif, para siswa diajak berpikir kritis dan bijak dalam memilih pergaulan. Sosialisasi ini menjadi langkah konkret agar pelajar tidak hanya memahami bahaya, tapi juga terdorong menjauhi aktivitas negatif.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari jajaran kepolisian. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Mohammad Prasetyo, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menegaskan bahwa pendekatan preventif adalah kunci utama.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda. Pencegahan adalah kunci utama untuk menyelamatkan masa depan mereka dari ancaman kenakalan remaja yang semakin kompleks,” ungkap Iptu Suroto.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum sebagai fondasi dalam membangun karakter remaja yang kuat dan tangguh terhadap pengaruh negatif lingkungan.
Pihak SMP Tri Guna Bhakti mengapresiasi langkah cepat dan nyata dari Polres Tanjung Perak. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkala.
“Peran serta orang tua dan pihak sekolah juga sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak,” jelas Iptu Suroto.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter positif dan berdaya saing.(**)






