SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Senator asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pemerintah kabupaten/kota yang telah berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apresiasi serupa juga disampaikan kepada para pelaku dunia usaha dan industri yang turut menjadi pilar utama pertumbuhan tersebut, Selasa (29/7/2025).
Berdasarkan data akhir tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai 5,03 persen. Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif dan menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang solid, terutama dibandingkan dengan berbagai tantangan ekonomi yang melanda secara global.
“Ini adalah hasil kerja sama yang kuat antar-stakeholder, terutama pemerintah daerah dan pelaku usaha. Saya berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap LaNyalla dalam pernyataannya, Selasa (29/7/2025).
Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, LaNyalla juga menyoroti ketahanan dunia usaha dan industri Jawa Timur yang mampu menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif.
Berdasarkan data dari Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan RI di akhir tahun 2024, Jawa Timur berada di peringkat kelima dari 10 provinsi dengan jumlah PHK tertinggi. Jumlah kasus PHK di Jawa Timur tercatat sebanyak 3.694 tenaga kerja, jauh lebih rendah dibandingkan DKI Jakarta (14.501), Jawa Tengah (12.489), Banten (10.702), dan Jawa Barat (8.508).
Berikut data lengkap 10 provinsi dengan jumlah PHK terbanyak pada tahun 2024:
DKI Jakarta: 14.501 tenaga kerja
Jawa Tengah: 12.489 tenaga kerja
Banten: 10.702 tenaga kerja
Jawa Barat: 8.508 tenaga kerja
Jawa Timur: 3.694 tenaga kerja
Bangka Belitung: 1.894 tenaga kerja
Sulawesi Tengah: 1.812 tenaga kerja
Sulawesi Tenggara: 1.156 tenaga kerja
Riau: 1.068 tenaga kerja
Kalimantan Barat: 786 tenaga kerja
“Ini menunjukkan bahwa kinerja dunia usaha dan industri di Jawa Timur relatif stabil dan cukup baik. Saya memberikan apresiasi penuh kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh Bupati serta Wali Kota. Tugas selanjutnya adalah mempertahankan dan memperkuat iklim usaha yang kondusif,” tegas mantan Ketua DPD RI itu.
LaNyalla juga menekankan pentingnya kolaborasi intensif antara pemerintah daerah dengan KADIN di setiap tingkatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota, agar pertumbuhan ekonomi terus terjaga dan sektor ketenagakerjaan dapat terlindungi dari gejolak ekonomi.
“Fokus kebijakan pemerintah daerah harus diarahkan untuk membantu dan memfasilitasi berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha dan industri,” pungkasnya. (Red)






