Madiun -Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke 80 Pemerintah Desa Pajaran menggelar festival tarian rakyat “Langen Beksan” sekaligus di lombakan di Pendopo desa pajaran kecamatan Saradan Kabupaten Madiun,Rabu malam (20/8/2025).
Acara ini melibatkan sekurang-kurangnya puluhan peserta dari Desa pajaran.
kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya leluhur yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat setempat. Diiringi alunan musik gamelan seni karawitan margo budoyo, para peserta yang terbagi menjadi beregu dan perorangan unjuk gigi dihadapan juri dan penonton yang ramai memadati lokasi acara pendopo desa pajaran.
Festival di awali dengan seluruh perangkat desa pajaran turun ke arena untuk menari bersama dalam semangat kebersamaan dan pelestarian budaya,sebelum acara festival di mulai suasana di hangatkan dengan jogetan rakyat yang memadukan kegembiraan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Sedikitnya ada 50 an orang peserta se desa pajaran . Selain mewadahi pelestarian budaya leluhur, acara ini merupakan rangkaian HUT RI ke-80.
Turut hadir dalam acara ini, kepala desa Pajaran , semua Perangkat desa setempat ,Babhinkamtimas,Babinsa,dewan juri ,BPD ,tokoh masyarakat ,para peserta festival dan eleman masyarakat desa pajaran.
Pemenang di ambil kelompok beregu dan perorangan ,akan dipilih 2 penampil terbaik dari peserta yang ikut festival langen beksan, akan diberi hadiah piagam dan uang pembinaan.
setelah melalui proses penilaian dari dewan juri akhir nya memutuskan untuk mengumumkan para pemenang nya
juara 1 beregu dengan nilai 592 poin di raih dusun pajaran dengan nama peserta Buyung,Paidi ,Slamet dan kardi.
juara 2 dengan nilai 587 poin di raih dusun Bakalan dengan nama peserta Daryadi,Miko,Warsono dan Sarkam
sedangkan perorangan juara 1 di raih nama Tukimin dari dusun Setren dan juara 2 nama Sutjipto dari dusun Setren.
semua pemenang mendapatkan piala dan uang pembinaan. Sementara itu, acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari kepala desa pajaran Tri Handoyo. Menurutnya, “,acara ini penting diadakan untuk kembali mengenalkan budaya leluhur pada generasi muda.”
Langen Beksan atau yang akrab disebut dengan Tayub adalah salah satu seni tari tradisional yang merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur dan filosofi kehidupan.
“Melalui Festival ini, diharapkan tidak hanya bisa menghibur masyarakat , tetapi juga untuk mengenalkan kepada generasi muda sehingga warisan budaya nenek moyang ini dapat dilestarikan,” ujar kepala desa pajaran Tri Handoyo.
acara berjalan aman terkendali,antusias warga setempat sangat luar biasa,tumpah ruah menyaksikan pertunjukan Festival .(Tia/Merry)






