SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com – Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai Karnaval Desa Kedung Turi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (21/9/2025). Acara tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kedung Turi di bawah kepemimpinan Kepala Desa, Arifin, dengan dukungan penuh dari panitia yang diketuai oleh Drs. H. Sholeh, ST., MM.
Karnaval tahun ini berlangsung semarak dengan partisipasi warga dari RW 01 hingga RW 13. Setiap kelompok RW menampilkan kreativitas, mulai dari pawai kostum tradisional, busana kreasi, hingga atraksi budaya yang menghibur para penonton. Pusat kegiatan dipusatkan di lapangan sepak bola dekat Balai Desa Kedung Turi, yang menjadi titik kumpul dan lokasi utama penyelenggaraan acara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kedung Turi, Arifin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kepada para Ketua RW yang telah berhasil menggerakkan warganya untuk ikut serta memeriahkan karnaval. Ucapan terima kasih juga secara khusus diberikan kepada M. Rohman Rohim, Ketua RW 02 Kedung Turi, yang menunjukkan antusiasme tinggi dengan menggerakkan seluruh warganya.
“Kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh warga merupakan kunci sukses acara ini. Terima kasih kepada seluruh Ketua RW dari RW 01 hingga RW 13 yang telah berkontribusi besar,” ujar Arifin.
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval, Drs. H. Sholeh, ST., MM., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan ini. “Karnaval Desa Kedung Turi bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus melestarikan budaya dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin meriah di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Kemeriahan karnaval ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga membangkitkan rasa persatuan, kebanggaan, dan cinta terhadap desa. Dengan semangat gotong royong dan kekompakan, Karnaval Desa Kedung Turi 2025 menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap hidup dan lestari di tengah masyarakat. (Rudy)






