PROBOLINGGO, Nusantaraabadinews.com,-Langit politik Kabupaten Probolinggo mendadak kelam! Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur, Anwar Sadad dan Mahrus, muncul bak pahlawan dalam acara kader Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo. Acara megah itu dihadiri Ketua DPC Gerindra, Zubaidi, sejumlah anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, serta kader dan pengurus partai se-Kabupaten Probolinggo. Kehadiran dua tersangka ini jadi tamparan keras bagi publik yang tengah muak dengan sandiwara politik dan pencucian citra di tengah aroma busuk korupsi dana rakyat.
Tak tinggal diam, LSM Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM) langsung angkat bicara tentang “penggerebekan moral” oleh seorang wartawan di lokasi acara cafe ‘Ayo Renne Probolinggo ‘ di Desa Sentong Kecamatan Krejengan. Gubernur G-APKM Jatim, Umar Hayat, lembaga ini memprotes keras kehadiran para tersangka di panggung politik. Mereka menilai acara tersebut bukan ajang kaderisasi, melainkan pesta para tersangka yang ingin cuci dosa di depan publik sambil menertawakan nurani rakyat yang mereka rampas.
“Ini bukan silaturahmi kader, tapi pesta orang-orang yang diduga menilep uang rakyat! Kami pertanyakan moral partai yang masih memberi panggung bagi tersangka korupsi. Di mana akal sehatnya? Di mana nuraninya? Ini bukan politik cerdas, ini politik culas! “, Kata Umar Hayat .
Serangannya mengguncang nalar publik dan membuka mata rakyat bahwa masih banyak partai yang rela menukar moral demi gengsi politik.
Gubernur G-APKM menuding keras bahwa kemunculan Anwar Sadad dan Mahrus menjadi indikasi kuat adanya perlindungan elit. Ia mengingatkan bahwa bila dua nama itu bebas melenggang di acara publik tanpa rasa bersalah, bisa jadi ada aktor besar di belakang layar.
“Kalau Sadad dan Mahrus masih tampil percaya diri, jangan kaget bila nanti Gubernur Jawa Timur ikut terseret. Korupsi hibah bukan perkara kecil, ini rantai busuk yang harus diputus sampai ke pucuknya, ini kasus daerah beraroma nasional “, ujarnya Umar Hayat meledak.
LSM G-APKM berkomitmen akan melaporkan kehadiran para tersangka ini ke aparat penegak hukum dan mendesak KPK agar menuntaskan kasus hibah Jatim tanpa pandang bulu. Mereka juga menyerukan agar partai politik introspeksi dan berhenti memelihara wajah-wajah yang sedang terjerat hukum. “Bila hukum diam, rakyat akan bersuara. Kami akan kawal sampai tuntas!” tegas Umar Hayat.
Kehadiran para tersangka di acara politik jelas menjadi ironi paling getir. Saat rakyat kecil merintih karena haknya dirampas, para tersangka justru berpesta di panggung partai. Publik pun kini sadar, mereka tak butuh pidato dan pencitraan, yang dibutuhkan hanya keadilan yang nyata. LSM G-APKM menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Bara api kebenaran akan terus menyala sampai setiap pelaku korupsi dana hibah Jatim benar-benar ditelanjangi di hadapan hukum dan rakyat.
Dito






