KADIN Surabaya Ajak Pelaku Usaha dan Industri Lokal Berperan Aktif di Ekosistem Olahraga di Surabaya

  • Whatsapp
Img 20251114 Wa0020

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com KADIN Surabaya memberikan respons positif atas gagasan yang disampaikan Arderio Hukom, bakal calon Ketua Umum KONI Surabaya pada agenda ‘Sambung Roso Pegiat Olahraga Surabaya’ yang mendorong penguatan pembinaan olahraga melalui kolaborasi sektor swasta dan optimalisasi program CSR lokal.

KADIN menilai pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Surabaya untuk mengembangkan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan terintegrasi dengan dinamika dunia usaha.

Dalam paparannya di Kamis Malam (13/11), Arderio menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan domestik untuk terlibat dalam pembiayaan olahraga agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Gagasan mengenai kemitraan strategis dengan pelaku industri dan penguatan ekosistem olahraga berbasis kolaborasi dinilai sebagai inisiatif yang realistis dan relevan dengan kondisi Surabaya saat ini.

Wakil Ketua KADIN Surabaya, Edra Brahmantya Susilo, menyatakan bahwa dunia usaha menyambut baik inisiasi bakal calon ketua umum KONI Surabaya tersebut. Menurutnya, Surabaya memiliki struktur industri yang kuat untuk menopang inisiatif kolaboratif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat lebih dari 760 perusahaan industri menengah-besar yang beroperasi di Kota Surabaya per 2024. Hal ini menunjukkan kapasitas kota untuk menggerakkan dukungan swasta yang lebih terstruktur. Tidak hanya itu, Surabaya juga mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan. Pada tahun 2023, realisasi investasi asing (PMA) mencapai 677 proyek dengan nilai hampir Rp3 triliun, mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi kota yang dapat membuka peluang bagi dunia usaha untuk menyalurkan program CSR yang lebih berdampak.

“Gagasan yang disampaikan Arderio memberikan ruang dialog yang konstruktif antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas olahraga. KADIN Surabaya melihat potensi besar untuk memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan industri olahraga melalui kemitraan yang terencana,” ujar Edra. Ia menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak harus berbentuk sponsor event semata, melainkan bisa melalui pembinaan jangka panjang, pengembangan fasilitas, kolaborasi riset, hingga dukungan bagi startup yang bergerak di bidang sport-tech.

“Kami membuka diri untuk bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan inisiatif yang diusulkan Arderio Hukom. Pendekatan berbasis kolaborasi seperti ini bermanfaat bagi semua pihak,” lanjutnya.

KADIN Surabaya menilai bahwa semangat untuk menghadirkan ekosistem olahraga yang inklusif dan modern harus didukung dengan penguatan kemitraan. Gagasan Arderio untuk melibatkan dunia usaha dalam skema pembinaan olahraga menjadi salah satu inisiatif yang sejalan dengan fokus KADIN dalam mendorong kontribusi industri terhadap pembangunan multisectoral di Surabaya. Dengan kesiapan industri lokal dan pelaku usaha Surabaya, KADIN menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memperkuat fondasi olahraga kota. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekosistem olahraga yang kompetitif, modern, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Surabaya. (Red)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *