JOMBANG, Nusantaraabadinews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur memperkuat upaya perlindungan anak di ruang siber melalui program CERDIG (Cerdas Digital) bertajuk “Lawan Pelecehan Seksual, Ciptakan Internet yang Aman” sebagai langkah preventif menghadapi ancaman pelecehan seksual digital.
Kegiatan ini diikuti oleh 350 siswa dan siswi SMP Sains Tebuireng, Kabupaten Jombang guna menekankan peningkatan literasi dan etika digital bagi pelajar agar mampu menggunakan internet secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Dalam video sambutannya, Kadis Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan 72,6 persen masyarakat Indonesia memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi di atas media lainnya, seperti televisi dan situs media online.
Berdasarkan survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), media yang paling sering ditemukan informasi hoaks juga dari media sosial. Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk cerdas dalam menggunakan teknologi digital khususnya media sosial.
“Berangkat dari hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh stakeholder menyelenggarakan kegiatan peningkatan literasi digital bagi masyarakat Jawa Timur untuk menciptakan ruang digital yang sehat. Semoga kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar semua meningkatkan literasi digital dalam memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Sherlita.
Narasumber kegiatan sekaligus Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Jawa Timur, Muhajir Sultonul Aziz menyampaikan meningkatnya penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak-anak harus diimbangi dengan penguatan kesadaran dan etika digital. Menurutnya, ruang digital tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga risiko serius jika tidak disertai pemahaman yang memadai.
“Literasi digital hari ini tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana melindungi diri, menjaga privasi, dan berani melapor ketika terjadi pelecehan di ruang digital,” ujar Muhajir di Aula SMP Sains Tebuireng, Kabupaten Jombang, Minggu (14/12/2025).
Sementara itu, Ketua RTIK Surabaya, Miftakhul Huda, menekankan pentingnya edukasi dini mengenai bahaya cyber sexual harassment. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual digital, mulai dari online grooming, sexting, sextortion, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan seperti deepfake pornography
Miftakhul Huda juga mengingatkan,bahwa platform yang sering digunakan anak dan remaja seperti media sosial, aplikasi pesan instan, hingga game online berpotensi menjadi pintu masuk kejahatan siber apabila tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam membangun ekosistem digital yang aman. “Diam bukan solusi. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman di internet dan harus berani berbicara serta melaporkan jika mengalami pelecehan,” tegasnya. (hjr)
Dinas KOMINFO JATIM






