Surabaya, Nusantaraabadinews.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.IP, menyampaikan kesan dan pesan mendalam atas perjalanan ibadah Ramadan tahun ini.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar momentum meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, serta komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Heru Satriyo menuturkan bahwa sepanjang Ramadan tahun ini, banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga besar MAKI Jawa Timur.
Kegiatan berbagi takjil, santunan kepada anak yatim dan dhuafa, hingga kegiatan buka puasa bersama menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
“Ramadan tahun ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Selain memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT melalui ibadah, Ramadan juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama, berbagi dengan mereka yang membutuhkan, serta menjaga nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heru Satriyo.
Ia juga mengapresiasi seluruh relawan, anggota, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan. Menurutnya, kegiatan berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa empati di tengah kehidupan sosial yang semakin dinamis.
Heru menegaskan bahwa semangat Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci ini berakhir. Nilai-nilai kesabaran, kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dilatih selama sebulan penuh harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, nilai-nilai kebaikan yang kita bangun selama Ramadan ini dapat terus kita pelihara. Jangan sampai semangat berbagi dan kepedulian hanya hadir saat Ramadan saja, tetapi harus menjadi bagian dari karakter kita sebagai masyarakat yang berintegritas,” tegasnya.
Selain itu, Heru juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat komitmen dalam melawan segala bentuk korupsi dan ketidakadilan. Menurutnya, perjuangan membangun bangsa yang bersih dan berintegritas memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
“Sebagai bagian dari gerakan masyarakat anti korupsi, kami berharap semangat kejujuran yang diajarkan selama Ramadan dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
Di akhir pesannya, Heru Satriyo menyampaikan harapan agar seluruh umat Muslim dapat meraih kemenangan di Hari Raya IdulFitri dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur.
“Semoga seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT, dan kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang. Mari kita sambut Idulfitri dengan hati yang bersih, saling memaafkan, dan terus menebar kebaikan kepada sesama,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Ramadan 1447 Hijriah, Heru berharap masyarakat dapat membawa semangat perubahan ke arah yang lebih baik, memperkuat solidaritas sosial, serta terus menjaga nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Abie)






