Merawat Silaturahmi, Menguatkan Hati : Halal Bihalal SAT SET SEDULURAN SEJATI Jadi Ruang Pertemuan Jiwa  dan Profesi

  • Whatsapp
IMG 20260326 WA0032

SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com — Dalam suasana yang masih hangat oleh nuansa Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, ketika gema maaf dan harapan baru masih terasa di setiap sudut kehidupan, sekelompok insan media memilih untuk tidak sekadar kembali pada rutinitas, tetapi juga menguatkan makna kebersamaan yang hakiki.

Tim Sat Set Seduluran Sejati menggelar acara halal bihalal yang sarat nilai kekeluargaan dan spiritualitas, Kamis (26/3/2026).

Bertempat di kediaman H. Samsudin Bastian, SH., MH., kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar temu kangen ia menjelma menjadi ruang perjumpaan hati, profesi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

IMG 20260326 WA0016Suasana yang tercipta terasa hangat dan penuh keakraban. Tawa ringan, jabat tangan penuh makna, hingga obrolan santai antar awak media dari Surabaya dan Sidoarjo mengalir tanpa sekat. Tidak ada hirarki, tidak ada jarak yang ada hanyalah rasa persaudaraan yang tumbuh dari kesamaan perjuangan di dunia jurnalistik.

H. Samsudin Bastian, yang akrab disapa Abie, menyambut langsung para tamu dengan penuh ketulusan. Sosok yang dikenal sebagai wartawan sekaligus penasehat di Media Info Jalanan ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata dari niat menjaga silaturahmi yang kerap tergerus kesibukan.

Menariknya, gagasan acara ini lahir dari sosok sederhana namun penuh makna istri tercintanya, Wiwik, yang juga berprofesi sebagai wartawan liputan7Aktual. Dari ruang keluarga yang hangat, lahir sebuah inisiatif yang kemudian mengundang banyak hati untuk berkumpul.

“Ini dalam rangka merajut silaturahmi antar awak media dan konsolidasi kemitraan antar media, agar ke depan bisa lebih solid dan menghasilkan edukasi kewartawanan yang mumpuni,” tutur Abie dengan penuh harap.

Pernyataan itu bukan sekadar kalimat formal. Ia mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan bahwa di tengah dinamika dunia media yang semakin kompleks, persatuan dan kualitas harus berjalan beriringan.

Halal bihalal ini pun menjadi momentum reflektif. Bagi para jurnalis yang sehari-hari berkutat dengan fakta, tekanan deadline, dan realitas lapangan yang keras, momen ini menghadirkan jeda yang menenangkan. Sebuah pengingat bahwa di balik profesi yang kritis dan tajam, ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga.

Lebih dari itu, acara ini juga menjadi titik awal konsolidasi. Dalam obrolan yang mengalir, terselip diskusi tentang masa depan media, tantangan independensi, hingga pentingnya menjaga integritas di tengah arus informasi yang kian deras. Semua itu dibalut dalam suasana santai, namun penuh makna.

Tidak berlebihan jika halal bihalal ini disebut sebagai pertemuan antara hati dan tanggung jawab. Sebab di sinilah para insan media tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga saling menguatkan—bahwa profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah.

Di penghujung acara, satu hal terasa begitu jelas:
silaturahmi bukan hanya tradisi tahunan, melainkan fondasi yang menjaga keberlangsungan nilai, etika, dan kebersamaan.

Dan dari kediaman sederhana di Sidoarjo itu, pesan kuat mengalir:

bahwa ketika hati dipertemukan dalam keikhlasan, maka langkah ke depan akan lebih kokoh tidak hanya sebagai jurnalis, tetapi sebagai manusia yang saling menjaga. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *