BGRP Surabaya Meriahkan Festival Rujak Ulek HUT ke-733 Kota Surabaya, Wujud Pelestarian Kuliner Khas Suroboyo

  • Whatsapp
IMG 20260510 WA0013

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Semangat pelestarian budaya lokal terus digaungkan oleh Barisan Gotong Royong Perjuangan (BGRP) Surabaya dengan ikut ambil bagian dalam Festival Rujak Ulek yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun. Kegiatan meriah tersebut berlangsung di Surabaya Expo Center eks THR Surabaya dan resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada pukul 19.30 WIB.

Festival Rujak Ulek menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Kota Pahlawan. Acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, namun juga simbol kebersamaan sekaligus upaya menjaga warisan kuliner tradisional khas Surabaya agar tetap dikenal lintas generasi.

Dalam kegiatan tersebut, Barisan Gotong Royong Perjuangan (BGRP) Surabaya hadir dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Keikutsertaan BGRP merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya makanan tradisional khas Suroboyo yang telah menjadi identitas masyarakat Surabaya sejak dahulu.

IMG 20260510 WA0011Ketua Umum BGRP Surabaya, Kongko Windani, memberikan mandat kepada tim utusan BGRP untuk mengikuti Festival Rujak Ulek tahun ini. Tim tersebut dipimpin oleh Agus bersama para anggota, yakni Niken, Fitri, dan Ayu. Kehadiran mereka mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota BGRP Surabaya.

Dengan mengenakan semangat gotong royong dan jiwa kebersamaan, tim BGRP Surabaya tampak kompak mengikuti seluruh rangkaian acara festival. Mereka turut meramaikan suasana dengan penuh semangat juang demi ikut melestarikan kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan warga Surabaya.

Ketua tim BGRP, Agus, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Festival Rujak Ulek bukan semata-mata untuk memeriahkan acara, namun juga sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya dan makanan khas daerah.

IMG 20260510 WA0012“Rujak ulek bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Surabaya. Kami bangga bisa ikut ambil bagian dalam festival ini dan berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan,” ujarnya.

Festival Rujak Ulek sendiri berlangsung semarak dengan diikuti berbagai komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok warga dari berbagai wilayah di Surabaya. Setiap peserta menghadirkan kreativitas masing-masing dalam mengulek dan menyajikan rujak dengan cita rasa khas.

Ketua Umum BGRP Surabaya, Kongko Windani, mengaku sangat senang dan bangga melihat anggotanya dapat berpartisipasi dalam kegiatan budaya berskala besar tersebut. Menurutnya, keterlibatan anggota BGRP dalam festival ini menjadi bukti bahwa organisasi tidak hanya bergerak dalam semangat sosial dan gotong royong, tetapi juga aktif menjaga budaya lokal.

“Kami sangat bangga karena anggota BGRP bisa ikut melestarikan makanan khas Suroboyo. Ini adalah bagian dari kecintaan kami terhadap Kota Surabaya dan budaya warisan leluhur,” ungkap Kongko Windani.

Ia juga berharap pada tahun-tahun mendatang BGRP Surabaya dapat kembali ikut serta dan semakin berkontribusi dalam berbagai kegiatan budaya di Kota Pahlawan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga, keikutsertaan BGRP Surabaya dalam Festival Rujak Ulek HUT ke-733 Kota Surabaya menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya kuliner tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *