SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga melalui Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Jawa Timur 2026 bertajuk “Membangun SDM Muaythai yang Profesional, Berintegritas, dan Berstandar Internasional”. Kegiatan yang berlangsung di Aula KONI Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026), diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa olahraga muaythai semakin berkembang dan diminati masyarakat di berbagai daerah.
“Penataran kali ini diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota. Antusiasmenya sangat baik. Ini menandakan muaythai sedang berkembang pesat dan semakin banyak digandrungi masyarakat,” ujar Baso.
Menurutnya, pertumbuhan muaythai di daerah juga ditandai dengan semakin banyaknya kejuaraan yang digelar. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelatih, wasit, dan juri untuk terus mengembangkan kompetensinya sekaligus memperoleh pengalaman bertugas di berbagai ajang pertandingan.
“Semakin banyak kejuaraan yang menggunakan aturan muaythai, maka kebutuhan terhadap pelatih, wasit, dan juri juga meningkat. Ini menjadi peluang sekaligus ladang pengabdian bagi SDM muaythai di daerah,” katanya.
Baso menambahkan, perkembangan positif tersebut sejalan dengan prestasi yang terus ditorehkan atlet Muaythai Jawa Timur di level internasional.
Pada Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, Jawa Timur mengirimkan tujuh delegasi yang terdiri atas lima atlet dan dua pelatih. Dari ajang tersebut, atlet muda Elija yang baru berusia 16 tahun berhasil meraih medali perak, sementara Fausta Latifah asal Gresik mempersembahkan medali perunggu di kelas 48 kilogram.
“Ini merupakan keikutsertaan pertama di Kejuaraan Dunia dan kami langsung membawa pulang medali. Sebelumnya pada Kejuaraan Asia di Vietnam kami juga berhasil meraih satu emas dan dua perak. Prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kompetensi, penataran tersebut juga bertujuan menyosialisasikan pembaruan regulasi dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA) agar seluruh pelatih, wasit, dan juri memiliki pemahaman yang sama.
Menurut Baso, kesamaan persepsi terhadap aturan pertandingan sangat penting untuk menciptakan kompetisi yang profesional dan meminimalkan potensi sengketa saat pertandingan berlangsung.
“Regulasi IFMA terus mengalami perkembangan. Karena itu semua pelatih, wasit, dan juri harus memahami aturan terbaru agar memiliki persepsi yang sama. Dengan begitu pertandingan akan berlangsung lebih profesional dan tidak menimbulkan perdebatan,” jelasnya.
Penataran ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya. Pengprov MI Jatim ingin memastikan seluruh perangkat pertandingan memahami regulasi terbaru sebelum ajang tersebut digelar.
Tak hanya itu, peserta terbaik dalam penataran akan diproyeksikan mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Tingkat Nasional di Bekasi pada 1–4 Agustus 2026. Mereka selanjutnya akan bertugas pada Kejuaraan Nasional Muaythai yang berlangsung pada 4–9 Agustus 2026.
“Kami akan memilih peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan nasional. Harapannya mereka menjadi aset nasional dan mampu membawa nama baik Jawa Timur di tingkat Indonesia,” tegas Baso.
Sementara itu, atlet Pelatnas sekaligus pemateri penataran, Aldento Brilian Bara Pratama, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota.
Menurutnya, materi yang diberikan difokuskan pada teknik dasar seni muaythai agar seluruh pelatih memiliki standar pembinaan yang sama sesuai regulasi internasional.
“Hari ini kami memberikan materi dasar seni muaythai agar seluruh daerah memiliki persepsi yang sama. Nantinya saat Porprov maupun kejuaraan lainnya sudah menggunakan satu aturan yang berlaku secara internasional,” kata Aldento.
Ia berharap seluruh peserta mampu memahami materi yang diberikan dan menerapkannya kepada atlet binaan di daerah masing-masing. Aldento juga menekankan pentingnya pengulangan teknik dasar dalam proses latihan.
“Tips yang paling penting bagi para pelatih adalah terus mengulang gerakan. Atlet harus benar-benar hafal dan memahami teknik. Kalau hanya sekali latihan lalu belum paham, saat bertanding bisa kehilangan fokus dan penampilannya tidak maksimal,” pungkasnya. (Yudi)






