Ratusan Anggota Satya Buana Ikuti Latihan Bersama Suran Agung di Parangtritis, Menjaga Tradisi dan Spiritualitas

  • Whatsapp
IMG 20260712 WA0026

Yogyakarta, Nusantaraabadinews.com – Perguruan olah pernapasan dan tenaga dalam Satya Buana kembali menggelar kegiatan tahunan Suran Agung yang berlangsung di kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharram ini menjadi ajang silaturahmi, latihan bersama, serta penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh anggota dari berbagai daerah.

Satya Buana merupakan perguruan olah pernapasan dan tenaga dalam yang didirikan pada tahun 1995 di Pasuruan oleh Drs. Edy Suwono. Sejak awal berdiri, perguruan ini memiliki visi membentuk manusia yang sehat secara lahiriah dan batiniah melalui latihan pernapasan, pembinaan mental, serta penguatan spiritual.

Selain melatih kebugaran fisik, Satya Buana juga mengajarkan anggotanya untuk selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia, menjauhi sifat iri hati, dengki, dan permusuhan, serta hidup selaras dengan alam semesta.

IMG 20260712 WA0020Dalam pelaksanaan Suran Agung tahun ini, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari latihan pernapasan bersama, pembinaan mental spiritual, doa bersama, hingga refleksi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar meningkatkan kualitas diri.

Pemilihan Pantai Parangtritis sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan pantai yang memiliki panorama alam yang indah dinilai mampu menghadirkan suasana tenang sehingga peserta dapat lebih mudah merasakan keharmonisan antara manusia dan alam.

Melalui kegiatan tersebut, Satya Buana ingin mengajak seluruh anggotanya untuk menjaga keseimbangan hidup, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta kembali kepada nilai-nilai fitrah manusia yang hidup berdampingan secara damai dengan lingkungan.

Ketua Cabang Satya Buana Caruban, Madiun, Jumadi, mengaku bangga atas terselenggaranya kegiatan Suran Agung tahun ini. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat selama kegiatan menjadi bukti bahwa Satya Buana masih memiliki komitmen kuat dalam membina para anggotanya.

IMG 20260712 WA0019“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik, penuh kekeluargaan dan semangat. Kami berharap Satya Buana semakin berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Beberapa tahun terakhir memang aktivitas sempat mengalami penurunan, namun kami optimistis dengan semangat seluruh anggota, perguruan ini akan kembali maju dan terus memberikan manfaat,” ujar Jumadi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Suran Agung bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antaranggota dari berbagai daerah serta memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai yang diajarkan perguruan.

Sementara itu, penasihat sekaligus pelatih Satya Buana, Istamadji, dalam arahannya mengingatkan seluruh peserta agar terus menjaga semangat berlatih dan ikut berperan aktif memajukan organisasi.

Menurutnya, pelatihan olah pernapasan bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter yang berakhlak baik, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan dan kebijaksanaan.

Ia juga menegaskan pentingnya membudayakan pola hidup sehat lahir dan batin di tengah tantangan kehidupan modern yang penuh tekanan. Dengan latihan yang dilakukan secara disiplin dan dibarengi pembinaan mental spiritual, diharapkan anggota Satya Buana mampu menjadi pribadi yang sehat, kuat, sabar, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan Suran Agung 2026 pun berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias sebagai bentuk komitmen menjaga tradisi tahunan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Satya Buana sejak berdiri lebih dari tiga dekade lalu.

Melalui kegiatan ini, Satya Buana kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pembinaan kesehatan jasmani, ketenangan batin, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan, sehingga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang sehat, arif, dan selaras dengan alam semesta. (Merry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *