SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kediaman keluarga besar Almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat di Sepanjang Tani Puyuh 2 Nomor 4, Surabaya, Senin (20/7/2026) malam. Usai menunaikan salat Isya, keluarga, kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, serta para sahabat berkumpul dalam acara kirim doa dan tahlil untuk memperingati 40 hari wafatnya almarhumah.
Peringatan 40 hari wafat tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Seluruh jamaah yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT melimpahkan ampunan, rahmat, dan menempatkan Almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat di tempat terbaik di sisi-Nya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Surabaya, H. Muhaimin, S.H., M.M., yang akrab disapa Cak Imin. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan sekaligus wujud empati dan belasungkawa kepada keluarga besar almarhumah.
Di sela kegiatan, Cak Imin menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah Almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat diterima Allah SWT serta segala khilaf dan dosanya diampuni. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi ujian kehilangan orang tercinta.
Menurutnya, tradisi kirim doa dan tahlil merupakan bagian dari budaya masyarakat yang sarat dengan nilai-nilai keislaman sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi di tengah masyarakat.
Suasana haru begitu terasa ketika para jamaah bersama-sama mengangkat tangan memanjatkan doa. Momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya mendoakan orang-orang yang telah mendahului serta memperkuat rasa kebersamaan di antara keluarga dan masyarakat.
Keluarga besar Almarhumah Hj. Satiya Binti Asmat menyampaikan bahwa peringatan 40 hari wafat ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada almarhumah, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini.
“Kami berharap seluruh doa yang dipanjatkan malam ini diterima Allah SWT dan menjadi cahaya bagi almarhumah di alam kuburnya,” ungkap salah seorang anggota keluarga.
Pada kesempatan tersebut, H. Heri Suwito, Abie Samsudin, beserta seluruh keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan, meluangkan waktu, serta bersama-sama mengikuti rangkaian doa dan tahlil.
Menurut keluarga, kehadiran para kerabat, sahabat, dan masyarakat menjadi sumber kekuatan tersendiri di tengah suasana duka yang masih dirasakan. Mereka berharap segala doa, perhatian, dan dukungan yang diberikan menjadi amal ibadah yang mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar keluarga serta para tamu undangan. Momentum tersebut semakin mempererat tali persaudaraan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan, doa, dan kepedulian merupakan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. (Abie)






