MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui validasi data secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap intervensi gizi yang diberikan kepada balita dan ibu hamil benar-benar tepat sasaran.
Upaya itu terlihat dalam pelaksanaan Bulan Timbang di Posyandu Mawar, Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Selasa (11/8/2026). Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Fitria Purnomo Hadi, turut meninjau langsung kegiatan tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan fisik balita serta kondisi kesehatan ibu hamil dapat terdata secara akurat. Pengukuran tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah intervensi, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Madiun.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menegaskan, kegiatan Bulan Timbang yang dilaksanakan setiap Februari dan Agustus bukan sekadar kegiatan rutin penimbangan balita. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan verifikasi dan validasi kondisi ibu hamil serta tumbuh kembang anak.
“Prinsipnya kita melakukan verifikasi dan validasi terhadap perkembangan ibu hamil dan balita. Kita lakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan penimbangan balita untuk mengukur sejauh mana efektivitas asupan makanan bergizi serta intervensi yang telah diberikan selama ini,” ujarnya.
Menurut Purnomo, akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program penanganan stunting. Dengan data lapangan yang valid, pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Upaya penanganan stunting di Kabupaten Madiun menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data penimbangan pada Februari sebelumnya, angka stunting di Kabupaten Madiun berhasil ditekan hingga berada di kisaran 5,02 persen.
Angka tersebut disebut berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada di kisaran 12 persen. Meski demikian, Pemkab Madiun tetap mendorong pemutakhiran data melalui pelaksanaan Bulan Timbang Agustus.
Verifikasi ulang dilakukan untuk memastikan angka tersebut benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. Data yang semakin presisi diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan intervensi penanganan stunting secara lebih efektif.
Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan proses validasi pada Bulan Timbang Agustus mampu menghasilkan data yang lebih akurat, sehingga setiap program yang diberikan kepada keluarga sasaran tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga sesuai dengan kondisi masing-masing anak dan ibu hamil.
Selain melakukan pemantauan terhadap proses penimbangan, Wakil Bupati Madiun juga menyerahkan bantuan khusus kepada balita yang terindikasi mengalami stunting dan ibu hamil.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat intervensi gizi sekaligus memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyaluran Vitamin A kepada balita. Pemberian vitamin menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan anak.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Pendopo Desa Ngale.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi dan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga, terutama keluarga yang memiliki balita maupun ibu hamil.
Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan pembinaan bagi seluruh kader DASHAT se-Kecamatan Pilangkenceng. Penguatan kapasitas kader dinilai penting karena mereka menjadi salah satu ujung tombak dalam pendampingan keluarga dan pemantauan kondisi kesehatan serta gizi masyarakat di tingkat desa.
Dengan validasi data yang dilakukan secara berkala, intervensi gizi yang lebih terarah, serta penguatan peran kader DASHAT, Pemkab Madiun terus mendorong agar capaian penurunan stunting dapat dipertahankan dan ditingkatkan.






