MADIUN, Nusantaraabadinews.com ~ Dedikasi seorang anggota Polri tidak selalu harus terlihat ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas di tengah masyarakat. Di Desa Nglambangan, Kabupaten Madiun, sosok Aipda Sugeng Priyanto, S.H., justru menunjukkan pengabdian dengan cara berbeda ketika berada di luar jam dinas.
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Karanggeneng, Polres Lamongan, tersebut memilih memanfaatkan waktu luangnya dengan mengelola pertanian hortikultura dan budidaya ikan nila. Aktivitas itu dijalankan di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Nglambangan, mengikuti domisili sang istri.
Bagi warga sekitar, sosok Sugeng bukan sekadar aparat kepolisian yang menjalankan tugas di Kabupaten Lamongan. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia dikenal sebagai pribadi sederhana, ramah, dan tidak segan turun langsung mengelola lahan pertanian.
Di tengah kesibukan sebagai anggota kepolisian, Sugeng tetap berusaha memanfaatkan waktu di luar kedinasan secara produktif. Ia mengembangkan ribuan tanaman hortikultura, di antaranya sawi, seledri, dan daun bawang.
Tidak berhenti pada sektor pertanian, ia juga mengelola budidaya ikan nila secara intensif. Aktivitas tersebut menjadi bentuk nyata kepeduliannya terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di lingkungan tempat tinggal.

Keuletan Sugeng dalam mengelola pertanian membuat keberadaannya mendapat perhatian positif dari masyarakat Desa Nglambangan.
Warga menilai, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa profesi sebagai anggota kepolisian tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif dan berbaur dengan masyarakat setelah tugas kedinasan selesai.
Di mata tetangga, Sugeng dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul. Ia tidak canggung berinteraksi dengan warga serta ikut merasakan langsung bagaimana masyarakat mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan.
Apa yang dilakukan Sugeng sekaligus memperlihatkan sisi lain seorang anggota Polri. Ketika bertugas, ia menjalankan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum. Namun ketika berada di lingkungan tempat tinggal, ia memilih menjadi bagian dari masyarakat tanpa sekat.
Sikap tersebut dinilai menjadi contoh bahwa kedekatan aparat dengan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal. Interaksi sehari-hari dan keterlibatan dalam aktivitas produktif juga dapat memperkuat hubungan antara polisi dengan warga.
Langkah Sugeng dalam mengembangkan pertanian dan perikanan juga mendapat dukungan penuh dari sang istri.
Jika Sugeng fokus pada sektor ketahanan pangan melalui pertanian dan budidaya ikan, sang istri memilih mengembangkan potensi ekonomi kreatif dengan memproduksi kain batik hasil karyanya sendiri.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran keluarga yang sama-sama berusaha menciptakan kegiatan produktif. Suami bergerak pada sektor pangan, sementara istri mengembangkan kreativitas melalui kerajinan batik.
Bagi lingkungan sekitar, aktivitas pasangan tersebut menjadi inspirasi bahwa peluang ekonomi dapat dikembangkan dari rumah dengan memanfaatkan keterampilan, ketekunan, serta potensi yang tersedia.
Sugeng menegaskan bahwa aktivitas pertanian dan budidaya ikan yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya memanfaatkan waktu secara positif. Namun, ia memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu tanggung jawab utamanya sebagai anggota kepolisian.
“Tak ada usaha yang sia-sia jika dilakukan dengan ketekunan. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mencari tambahan rezeki yang halal. Namun, catatan paling penting adalah semua ini dilakukan tanpa sedikit pun meninggalkan kewajiban utama saya sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) di kepolisian,” tegas Aiptu Sugeng saat ditemui di lokasi pertaniannya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa aktivitas produktif di luar kedinasan tetap ditempatkan sebagai kegiatan yang berjalan berdampingan dengan kewajiban sebagai anggota Polri.
Kegigihan Aiptu Sugeng Priyanto menjadi potret sederhana tentang bagaimana seorang aparat dapat hadir di tengah masyarakat dalam berbagai peran.
Ia tetap menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian ketika mengenakan seragam, sekaligus menunjukkan keteladanan sebagai warga yang produktif ketika kembali ke lingkungan tempat tinggal.
Bagi masyarakat Desa Nglambangan, sosok seperti Sugeng bukan hanya membanggakan karena profesinya sebagai polisi, tetapi juga karena kesediaannya bekerja keras, berbaur dengan warga, serta ikut mendorong aktivitas ekonomi dan ketahanan pangan dari lingkungan sendiri.






