MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Sebanyak 323 peserta mengikuti kegiatan Terapi Bersama Koordinator Otonom (Kortom) Ling Tien Kung Madiun 1 yang digelar di halaman Kampus UNS, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pembinaan sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota dan instruktur Ling Tien Kung dari berbagai sasana di wilayah Madiun.
Ketua Koordinator Otonom Ling Tien Kung Madiun 1, Drs. Bambang Sulistyohadi, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kedisiplinan, sikap saling menghormati, serta menjadikan para instruktur sebagai teladan bagi seluruh anggota.
Bambang mengungkapkan, jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut di luar perkiraan awal. Dari perkiraan semula hanya sekitar tujuh atau delapan sasana yang masuk kategori rawan hadir, ternyata jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai ratusan orang.
“Yang luar biasa sekali karena hitungan saya cuma yang rawan sampai 7 apa 8 ternyata lebih dari 25,” ujar Bambang dalam arahannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta karena kegiatan mengalami keterlambatan sekitar setengah jam akibat persoalan teknis.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kebersamaan Ling Tien Kung. Karena itu, keterlambatan tersebut menjadi evaluasi bagi dirinya maupun panitia agar pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih tertib.
Bambang menegaskan bahwa kegiatan terapi bersama bukanlah ruang untuk membangun persaingan antar-sasana. Sebaliknya, seluruh anggota diharapkan melihat setiap sasana sebagai bagian dari keluarga besar Ling Tien Kung.
“Di sini tidak ada istilah persaingan. Persaingan lawan siapa? Kan ndak ada. Semua keluarga, kompak, keluarga saling menghormati, kebersamaan, gotong royong itu yang kita harapkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengingatkan seluruh instruktur agar mampu menjadi contoh bagi anggota, baik dalam sikap, tutur kata maupun kedisiplinan.

Ia menekankan pentingnya menjaga rendah hati, kesabaran, serta menghindari pertengkaran yang dapat mengganggu hubungan antaranggota maupun antarsasana.
“Instruktur wajib menjadi teladan dalam sikap, tutur kata dan kedisiplinan terhadap peserta maupun sesama instruktur serta senantiasa menjaga sikap rendah hati, kesabaran dan menghindari pertengkaran,” pesannya.
Selain itu, anggota diminta saling menghormati dan menjunjung tinggi semangat pengabdian. Posisi maupun kedudukan dalam organisasi juga tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Bambang menyebut pembinaan tersebut menjadi penting karena perkembangan Ling Tien Kung di wilayah Madiun terus mengalami peningkatan.
Ia meminta para pengurus, instruktur dan anggota dapat menjaga suasana kebersamaan agar perkembangan organisasi tetap berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gesekan antarsasana.
“Jangan sampai terjadi istilahnya menyalahkan. Ada petunjuk dari pusat. Kalau membetulkan atau memberitahu kepada anggota itu jangan bilang salah. Kata-katanya paling pas bilangnya kurang,” jelasnya.
Menurut dia, penggunaan bahasa yang baik ketika memberikan koreksi menjadi bagian penting dalam menjaga suasana kekeluargaan.
Bambang menjelaskan, terapi Ling Tien Kung berkembang di tengah masyarakat sebagai salah satu bentuk aktivitas yang bertujuan mendukung kebugaran dan kesehatan.
Ia menyebut perkembangan Ling Tien Kung di wilayah Madiun cukup pesat. Bahkan, jumlah instruktur yang telah terdaftar mencapai sekitar 150 orang, sementara anggota dasar yang mengenakan seragam biru putih juga terus bertambah.
Untuk wilayah Madiun, organisasi tersebut mulai berkembang sejak 2017. Perkembangan tidak hanya terjadi di Kabupaten Madiun, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah lain, termasuk Magetan dan daerah sekitarnya.
“Anggota kita luar biasa sekali perkembangannya. Untuk instruktur saja sudah terdaftar 150,” katanya.
Bambang juga menjelaskan bahwa Ling Tien Kung memiliki sejarah perkembangan tersendiri. Ia menyebut sosok guru besar yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan terapi tersebut adalah almarhum Launcher Aku Wijaya, yang mengembangkan metode terapi melalui pembelajaran dan pengalaman yang dimilikinya.
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Bambang berharap perkembangan Ling Tien Kung di wilayah Madiun dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk mendukung program pembangunan Kabupaten Madiun, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang bersih, sehat dan sejahtera.
“Harapan saya tetap berkembang semua di wilayah dan semua sehat. Tinggal mendukung program Kabupaten Madiun bercahaya, bersih, sehat, sejahtera,” pungkasnya.
Berdasarkan daftar kehadiran, peserta kegiatan Terapi Bersama Kortom Ling Tien Kung Madiun 1 berasal dari sejumlah sasana binaan serta sasana rintisan.
Sasana binaan Babara di bawah pembinaan Sutrisno tercatat mengirimkan 47 anggota dan 11 instruktur atau total 58 peserta.
Sementara itu, dari wilayah Caruban Sehat terdapat empat sasana, yakni Sasana Caruban Sehat dengan 40 anggota dan enam instruktur, Base Camp Sehat dengan 52 anggota dan empat instruktur, Asbora Sehat sebanyak 20 anggota, serta Klecorejo Sehat sebanyak 50 anggota.
Selain itu, peserta juga berasal dari sejumlah sasana rintisan, yakni Purworejo Sehat sebanyak 15 orang, Bulakrejo Sehat 23 orang, Plumpung Rejo Sehat 15 orang dan Sidomulyo Sehat sebanyak 40 orang.
Secara keseluruhan, jumlah peserta yang tercatat dalam kegiatan Terapi Bersama Kortom Ling Tien Kung Madiun 1 mencapai 323 orang.






