SURABAYA, Nusantaraabadinews.com– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya terus melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah digitalisasi layanan antrean kunjungan tatap muka bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Mulai Rabu, 23 September 2026, masyarakat yang hendak melakukan kunjungan tatap muka ke Rutan Kelas I Surabaya tidak lagi harus datang sejak pagi hanya untuk mengambil nomor antrean. Masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran dan mengambil nomor antrean dari rumah melalui aplikasi RUSABAYA.
Penerapan sistem antrean berbasis digital tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas I Surabaya dalam memangkas alur birokrasi pelayanan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat sebelum datang ke lokasi.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan bahwa inovasi tersebut dihadirkan untuk membuat pelayanan kunjungan menjadi lebih tertib, teratur, dan efisien.
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan memilih jadwal kunjungan yang tersedia. Dengan demikian, pengunjung tidak perlu lagi menghabiskan waktu terlalu lama untuk menunggu antrean di area rutan.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan antrean online dengan mendaftar dan memilih jadwal kunjungan sebelum datang. Ini membuat proses kunjungan lebih teratur dan memotong waktu tunggu di lokasi,” ujar Tristiantoro, Rabu, 23 September 2026.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui jadwal kunjungan sejak sebelum berangkat menuju rutan. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat mengurangi penumpukan pengunjung pada waktu-waktu tertentu.
Digitalisasi layanan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Dengan mekanisme pendaftaran yang dilakukan secara sistematis, proses kedatangan pengunjung dapat berlangsung berdasarkan jadwal dan nomor antrean yang telah diperoleh sebelumnya.
Meski proses pengambilan antrean telah dilakukan secara digital, pihak Rutan Kelas I Surabaya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan persyaratan administrasi dan dokumen fisik yang masih diperlukan.
Pengunjung tetap diwajibkan membawa serta memastikan kelengkapan dokumen sesuai ketentuan. Kelengkapan tersebut perlu dipersiapkan sejak dari rumah sehingga ketika tiba di lokasi, petugas dapat melakukan verifikasi faktual dengan lebih cepat dan lancar.
Pihak rutan juga mengimbau masyarakat agar mengisi seluruh data dalam aplikasi secara benar dan sesuai dengan identitas resmi. Data pengunjung maupun identitas WBP yang dituju harus diperiksa kembali sebelum pendaftaran diselesaikan.
Adapun mekanisme penggunaan layanan antrean digital RUSABAYA relatif sederhana. Masyarakat terlebih dahulu harus mengunduh dan memasang aplikasi tersebut pada perangkat telepon pintar yang digunakan.
Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat memilih menu “Kunjungan Tatap Muka”. Selanjutnya, pengunjung diminta mengisi data diri serta memasukkan identitas WBP yang akan dikunjungi sesuai dengan dokumen resmi.
Tahap berikutnya adalah memilih jadwal kunjungan yang masih tersedia. Setelah proses pendaftaran selesai, pengguna perlu menyimpan nomor antrean atau kode QR yang diberikan oleh sistem.
Nomor antrean maupun kode QR tersebut nantinya ditunjukkan kepada petugas ketika pengunjung tiba di Rutan Kelas I Surabaya untuk menjalani proses verifikasi dan pelayanan kunjungan.
Penerapan antrean digital ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi keluarga WBP, tetapi juga membantu petugas dalam mengatur arus kunjungan. Pengaturan berbasis jadwal memungkinkan pelayanan dapat dilakukan secara lebih terukur dan mengurangi potensi kepadatan di area pelayanan.
Selain itu, sistem digital diharapkan mampu menciptakan proses pelayanan yang lebih transparan. Masyarakat mendapatkan nomor antrean melalui sistem sehingga proses pengambilan antrean tidak perlu dilakukan secara manual di lokasi.
Pihak Rutan Kelas I Surabaya juga berharap penerapan layanan tersebut dapat menutup ruang bagi praktik percaloan maupun pungutan liar yang berpotensi muncul dalam proses pengambilan antrean.
Masyarakat diminta menggunakan saluran resmi yang telah disediakan dan tidak memberikan sejumlah uang kepada pihak yang menawarkan jasa untuk mendapatkan antrean atau mempercepat proses kunjungan.
Dengan hadirnya digitalisasi tersebut, Rutan Kelas I Surabaya berupaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Transformasi layanan kunjungan melalui aplikasi RUSABAYA diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih mudah, tertib, transparan, dan memberikan kepastian waktu kepada masyarakat.
Keluarga WBP yang hendak melakukan kunjungan pun diimbau untuk memanfaatkan fasilitas digital tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan kunjungan serta memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum datang ke rutan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam memperoleh antrean, tetapi juga dapat menjalani seluruh rangkaian proses kunjungan dengan lebih nyaman dan teratur.
(Sumber: Humas Rutan Kelas I Surabaya)






