SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Di Indonesia, tradisi cowekan (menggunakan cobek sebagai wadah kue, nasi maupun buah-buahan) saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sudah digantikan dengan wadah yang terbuat dari plastik maupun stainless steel.
Namun apa yang dilakukan Jam’iyah dzikir akbar ber – duit indonesia.
D :doa dzikir, dakwah
U :usaha, ukhuwah, ummat
I :ilmu, iman, islam,ikhsan, ikhlas
T : taqwa, tawakkal, tawadlu. justru sebaliknya.
Ratusan cowek alias cobek sengaja dihadirkan sebagai wadah berbagai makanan khas Maulid Nabi seperti nasi kuning, buah-buahan, kue tradisional, dan lain-lain.
Cobek-cobek tersebut diberikan sebagai buah tangan alias oleh-oleh bagi 350 jamaah. para jamaah yang menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW ,undangan ± 1.500 orang di sepanjang jalan Krembangan Baru VII Surabaya, Minggu (22/ 10/2024) malam.
Ketua jam’iyah dzikir akbar ber-duit cabang krembangan ust. Umar Khan mengungkapkan, tradisi cowekan punya filosofi yang mendalam.
Cowek itu kan dari tanah, unsur-unsur dasar kehidupan itu tanah, yang kemudian dibakar dan dikeraskan menjadi alat serbaguna. Itu gambaran bahwa manusia itu mengalami ujian atau masalah, sehingga bisa menjadi manusia yang berkembang dan bermanfaat, jelasnya.
Lebih lanjut bpk moch. Budin selaku RW setempat menyebut, dengan memborong ratusan cobek, sama halnya dengan memberdayakan UKM maupun warga yang mempunyai usaha pembuatan gerabah.
“Semua oleh-oleh berasal dari kearifan lokal sekitar. Mulai dari cobek, buah dan sayur, lauk pauk berasal dari warga sekitar. Kita berdayakan yang terdekat dari yang jauh-jauh,” ucapnya.
Sementara itu, di akhir acara, seluruh undangan mendengarkan istighosah dari KH. Amin Romli Yang isinya seputar bagaimana meneladani Rosulullah SAW sebagai Pribadi Rahmatan Lil Alamin. (Agustine)






