SIDOARJO, Nusantaraabadinews – Komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan dalam aksi kolaboratif yang digelar pada Sabtu pagi di kawasan Bundaran Fly Over Aloha, Gedangan, Sidoarjo. TNI AL melalui Puspenerbal-Lanudal Juanda bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan kerja bakti massal dan penanaman 1000 pohon Puli.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong dan kepedulian lintas instansi terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan. Sinergi ini diharapkan menjadi pemantik partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga ruang publik tetap hijau dan asri. Sabtu, (03/05/2025)
Kegiatan penghijauan yang dipusatkan di sekitar Fly Over Aloha ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo, Sekretaris Daerah, serta jajaran Forkopimda dan dinas terkait. Total 294 personel dari berbagai instansi dikerahkan dalam kerja bakti ini, mulai dari TNI AD Kodim 0816 Sidoarjo, Lanudal Juanda, Satpol PP, Dinas Perhubungan, DLHK, BPJS Ketenagakerjaan hingga elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya penanaman pohon, tapi bentuk komitmen bersama menjaga Sidoarjo tetap hijau dan nyaman,” ucap salah satu perwakilan DLHK di sela kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi dan pembagian tugas, dilanjutkan penyerahan simbolis bibit pohon Puli oleh BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo kepada Bupati Sidoarjo. Penanaman perdana dilakukan di area Taman Ir. H. Juanda yang berbatasan langsung dengan Fly Over Aloha.
Setelah prosesi simbolik, para peserta bersama-sama membersihkan area sekitar dari semak belukar, rumput liar, dan sampah. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung keindahan kota.
Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Gugus Wahyu S.U., menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara unsur militer dan sipil dalam menjaga lingkungan hidup.
“Semangat gotong royong dan sinergi seperti ini sangat penting. Penanaman pohon Puli dan kerja bakti massal ini bukan hanya berdampak fisik, tapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat,” tegas Kolonel Gugus.
Ia juga berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari edukasi publik dan upaya konkret dalam menanggulangi krisis lingkungan.(**)






