SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga A.N.A (10), seorang bocah laki-laki asal Indrapura, Surabaya. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa mengapung di aliran Sungai Kalimas Barat pada Senin pagi, 19 Mei 2025. Penemuan tragis itu pertama kali dilaporkan oleh warga yang melintas di kawasan Jalan Kalimas Barat dan melihat tubuh seorang anak mengambang di tepian sungai.
Informasi ini langsung dilaporkan ke Command Center 112 Surabaya dan segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, dan Dinas Sosial Kota Surabaya. Petugas gabungan bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

A.N.A sebelumnya dilaporkan hilang oleh orang tuanya karena tak kunjung pulang sejak Minggu, 18 Mei 2025. Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lingkungan rumah sebelum akhirnya menerima kabar memilukan dari pihak berwenang.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit guna dilakukan visum untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Pabean Cantian menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pendalaman bersama jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sejumlah saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar lokasi penemuan jenazah, akan dimintai keterangan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan secara kasat mata. Namun, kami akan menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pastinya,” ujar Kapolsek Pabean Cantian.
Tragedi ini memicu perhatian dan keprihatinan masyarakat sekitar. Banyak warga berharap agar penyebab kematian A.N.A segera terungkap secara terang benderang, baik itu karena faktor kelalaian, kecelakaan, maupun indikasi tindak pidana lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan perkotaan perlu terus ditingkatkan. Aparat diharapkan dapat bekerja maksimal untuk menjawab kesedihan dan tanda tanya besar yang kini menyelimuti keluarga korban.(**)






