Kepala SMPN 1 Jombang: SPMB Merupakan Jawaban Atas Permasalahan PPDB 2024

  • Whatsapp
Img 20250520 Wa0104

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Kepala SMPN 1 Jombang, Bapak Latif, menyampaikan bahwa pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini dirancang sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024. Dalam wawancara khusus pada Senin (20/5), ia menegaskan bahwa SPMB tidak hanya melanjutkan sistem yang ada, tetapi juga memperbaiki titik-titik lemah dari tahun sebelumnya.

“SPMB tahun ini hadir untuk menjawab berbagai kendala yang muncul saat PPDB 2024 kemarin. Kita tidak ingin kejadian yang sama terulang, maka kami pastikan jalur seleksi dibuat lebih jelas, terbuka, dan bisa diakses oleh semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Bapak Latif, ada empat jalur utama dalam SPMB yang disiapkan untuk menampung keragaman latar belakang siswa dan memastikan pemerataan kesempatan:

1. Jalur Prestasi, untuk siswa dengan capaian akademik dan non-akademik,

2. Jalur Afirmasi, untuk siswa dari keluarga kurang mampu,

3. Jalur Domisili, yang mempertimbangkan jarak tempat tinggal ke sekolah, dan

4. Jalur Mutasi, untuk siswa yang orang tuanya pindah tugas atau berpindah tempat tinggal.

“Empat jalur ini dirancang agar tidak ada satu pun siswa yang merasa kehilangan peluang hanya karena faktor teknis atau kondisi ekonomi. Ini bentuk keadilan dalam seleksi,” tegasnya.

Di sisi lain, Bapak Latif menegaskan pentingnya seluruh proses tetap berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Yang paling penting, semua tetap dalam koridor SOP. Jangan sampai hanya karena kejar target penerimaan, kita abaikan aturan dan mutu pendidikan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari berbagai evaluasi, SMPN 1 Jombang telah menyiapkan posko layanan informasi serta tim pendamping khusus untuk membantu para wali murid yang masih kebingungan dalam proses pendaftaran. “Kami buka ruang komunikasi seluas-luasnya, supaya tidak ada kesenjangan informasi seperti tahun lalu,” tambahnya.

Menurutnya, SPMB bukan hanya urusan administratif, tetapi menjadi bagian dari komitmen membenahi sistem pendidikan. “Ini bukan soal data masuk atau kuota terpenuhi saja, tapi bagaimana prosesnya adil, transparan, dan berpihak pada masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Menutup wawancara, Bapak Latif menegaskan bahwa semangat di balik SPMB adalah evaluasi dan perbaikan terus-menerus. “SPMB ini adalah jawaban dari permasalahan PPDB 2024. Setiap kekurangan dari tahun lalu harus menjadi alasan kita untuk bekerja lebih baik tahun ini,” pungkasnya.

(Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *