MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Bupati Madiun Hari Wuryanto mendorong Korps Muballigh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Madiun memperkuat peran dalam membina kehidupan keagamaan sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Dorongan tersebut disampaikan Hari Wuryanto saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Daerah Korps Mubaligh Dewan Masjid Indonesia (PD KM DMI) Kabupaten Madiun periode 2026–2031 di Graha Mangga, Hotel Setia Budi, Kota Madiun, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun, DPRD, Kementerian Agama, DMI, MUI, Baznas, pimpinan organisasi Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus Majelis Taklim se-Kabupaten Madiun.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus PD KM DMI Kabupaten Madiun yang baru dilantik.
Hari berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan kehidupan keagamaan.
“Semoga pengurusnya amanah dan juga dianugerahi ilmu yang luar biasa sehingga bisa mendedikasikan untuk khususnya masyarakat Kabupaten Madiun,” ujar Bupati.

Menurutnya, keberadaan muballighoh memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya religius secara pemahaman, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kehidupan sosial sehari-hari.
Bupati Hari Wuryanto juga mengapresiasi tema pelantikan, yakni “Penguatan Peran Muballighoh dalam Meneladani Syiar Islam dan Memakmurkan Masjid Menuju Madiun Maju, Religius, dan Berdaya.”
Ia menilai syiar Islam tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian ceramah atau pesan keagamaan. Lebih dari itu, muballighoh dituntut menghadirkan keteladanan dan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Dengan jumlah masjid di Kabupaten Madiun yang mencapai 1.063 masjid, Hari berharap keberadaan Korps Muballighoh DMI dapat semakin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan, sekaligus pemberdayaan umat.
“Kami berharap betul-betul peran dari Muballighoh DMI Madiun ini bisa membantu Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, bersih, sehat, dan sejahtera. Sehat jasmani dan rohani. Ini yang kita harapkan,” ungkapnya.
Penguatan peran tersebut dinilai penting agar masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga mampu menjadi ruang yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat di sekitarnya.
Lebih lanjut, Bupati Madiun mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Wakil Bupati untuk mengumpulkan sekaligus memfasilitasi organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam satu lingkungan di sekitar Masjid Quba.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi keagamaan sehingga berbagai program pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah.
Hari juga mengajak Korps Muballighoh DMI Kabupaten Madiun membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun.
“Kami juga berharap nanti Korps Muballighoh DMI ini juga bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan juga ibu-ibu PKK kami, supaya betul-betul manfaatnya itu bisa kita rasakan bersama,” katanya.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan, sosial, keluarga, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Bupati menegaskan kembali harapannya agar seluruh pengurus PD KM DMI Kabupaten Madiun periode 2026–2031 mampu menjalankan tugas dengan amanah dan penuh tanggung jawab.
Peran muballighoh, menurutnya, harus terus diarahkan untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menghadirkan kemanfaatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan kolaborasi antara DMI, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, tokoh agama, dan masyarakat, pembinaan umat diharapkan semakin kuat. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan ikut mendukung visi mewujudkan Kabupaten Madiun yang maju, religius, dan berdaya.
Pelantikan PD KM DMI Kabupaten Madiun periode 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan syiar Islam tidak hanya terdengar melalui mimbar, tetapi juga hadir melalui keteladanan dan aksi nyata di tengah masyarakat.






