KETAHANAN BANGSA: Seminar Toleransi Pelajar di Madiun, Bupati: “Pelajaran Adab Itu Nomor Satu”

  • Whatsapp
IMG 20260930 WA0028(1)

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong penguatan karakter, toleransi, dan kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar se-Kabupaten Madiun yang digelar Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun itu berlangsung di kawasan Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo.

Bacaan Lainnya

Seminar tersebut diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK/sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Madiun. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh dan pemuka agama, guru pendamping, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bekal bagi pelajar menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat.

Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menghadiri Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo.
Foto: Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menghadiri Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo.

Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan media sosial harus disertai kemampuan untuk memilah serta menyaring informasi. Pelajar perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini anak-anak bisa memahami semuanya, bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah,” ujar Hari Wuryanto.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar mewaspadai berbagai informasi dan konten yang berpotensi memicu persoalan sosial, mulai dari hoaks, konten intoleransi hingga perundungan atau bullying.

Kemampuan menyaring informasi, kata dia, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Bupati Hari Wuryanto selanjutnya mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman, baik dari sisi suku, agama, budaya, bahasa maupun adat istiadat.

Keberagaman tersebut harus ditempatkan sebagai kekuatan sekaligus identitas bangsa. Karena itu, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun permusuhan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan seminar yang diawali dengan doa bersama dari berbagai agama dan keyakinan, yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.

Menurut Hari Wuryanto, keberagaman harus menjadi ruang untuk menumbuhkan toleransi dan sikap saling menghormati.

“Jangan menjadikan perbedaan tersebut sebagai sebuah permusuhan, tetapi jadikan itu semua sebagai keanekaragaman dari bangsa Indonesia,” pesannya.

Ia meminta para pelajar menjadikan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ini yang menjadi acuan kita bersama. Meskipun berbeda-beda, namun tetap satu jua, adalah Indonesia,” tegasnya.

Tidak hanya berbicara mengenai ketahanan bangsa dan toleransi, Bupati Madiun juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter bagi para pelajar.

Menurutnya, prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang siswa. Kecerdasan harus berjalan beriringan dengan etika, norma, karakter, serta kemampuan menghargai orang lain.

Ia mengingatkan bahwa kemampuan akademik tanpa diimbangi sikap dan adab dapat berujung pada kesombongan.

“Tolong anak-anakku semua, jangan hanya pandai di akademi saja, etika dan norma juga diterapkan. Kalau kalian hanya pandai di akademi saja, itu nanti akan menjadikan suatu kesombongan. Kesombongan itu awal dari kehancuran. Etika dan norma, pelajaran adab itu nomor satu,” pungkas Hari Wuryanto.

Seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Para pelajar diharapkan mampu menerapkan nilai toleransi, menghargai perbedaan, menjaga etika, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.

Dengan bekal tersebut, generasi muda Kabupaten Madiun diharapkan dapat mengambil peran dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan ketahanan bangsa di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *