Rayakan Hari Lahir Pancasila, Untag Surabaya Gelar Lomba Sketsa dan Lukis Tembok Penjara Koblen

  • Whatsapp
Img 20250602 Wa0096

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya merayakan Hari Lahir Pancasila dengan menggelar Lomba Sketsa dan Lukis bertema ‘Tembok Koblen’.

Lomba yang juga sengaja digelar dalam merayakan HUT Kota Surabaya yang ke-732 ini berkolaborasi dengan sejumlah budayawan dan pemerhati budaya di Surabaya.

Puncak Awarding lomba sketsa dan lukis digelar Untag Surabaya bekerjasama dengan Komunitas Puri Aksara seusai pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila di lapangan parkir utara kampus, Senin (02/06/25).

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti mengapresiasi semangat para budayawan dan seniman dalam mengangkat kembali nilai-nilai sejarah dan budaya melalui media seni rupa.

“Saya mewakili Untag Surabaya menyambut antusias kegiatan teman-teman budayawan dan pemerhati budaya. Kami akan memberikan beasiswa kepada para juara lomba sketsa, mulai dari jenjang S1, dan jika berprestasi bisa lanjut hingga S2 bahkan S3,” jelas Subekti.

Dijelaskan Subekti, pelestarian budaya melalui seni menjadi sangat penting di tengah arus digitalisasi dan globalisasi yang kian menggerus nilai-nilai kearifan lokal.

“Kami bersyukur masih ada seniman dan budayawan yang peduli. Itulah sebabnya kami sangat mengapresiasi,” kata Subekti.

Dari 45 peserta yang mengikuti lomba, terpilih 10 finalis terbaik. Dua pemenang utama berhak mendapatkan beasiswa penuh jenjang Sarjana atau Sarjana Terapan (D4) di Untag Surabaya.

Juara ketiga memperoleh potongan 50 persen untuk biaya formulir dan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP). Sementara itu, tujuh finalis lainnya mendapat voucher potongan pendidikan berupa diskon 50 persen untuk biaya formulir dan 25 persen untuk DPP.

Sementara itu para pemenang Lomba Sketsa dan Lukis bertema ‘Tembok Koblen’ adalah Maura Azalia Kirani (Juara 1), Aqila Nafisa Rahayu (Juara 2), dan Keyla Chalita (Juara 3).

Tiga pemenang harapan diraih oleh Rizha Shabrina (Harapan 1), Nafisa Hiraya Nahla (Harapan 2), dan Joice Patricia (Harapan 3).

Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Untag dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui pelestarian situs budaya dan sejarah.

“Ini adalah bentuk kontribusi Untag Surabaya dalam merawat sejarah dan budaya Indonesia, khususnya eks Penjara Koblen sebagai bagian dari cagar budaya kota. Kami juga terus berkomitmen memberikan beasiswa pendidikan kepada calon mahasiswa berprestasi dari dalam maupun luar negeri,” terang rektor yang biasa disapa Prof. Nug ini.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *