SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek menggelar Bimtek Penulisan Proposal Program Kosabangsa dan Sosialisasi Mahasiswa Berdampak di Untag Surabaya, Selasa (03/06/25).
Bimtek ini menghadirkan dua narasumber, yakni Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Tata Kelola Lembaga, Fidela Marwa Huwaida, serta Reviewer Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Prof. Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi ini
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat.
Dalam paparannya, Fidela menyampaikan bahwa Surabaya menjadi kota kedua dalam rangkaian sosialisasi program Mahasiswa Berdampak.
Fidela juga menekankan pentingnya keterlibatan BEM sebagai penggerak utama, mengingat posisi strategisnya sebagai organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas.
“Program ini diharapkan menjadi wadah aktualisasi diri mahasiswa, khususnya pengurus BEM, agar dapat berkontribusi langsung melalui pengabdian kepada masyarakat,” kata Fidela.
Dikatakan Fidela, tim pengabdian dari BEM memiliki keunggulan dalam hal kolaborasi multidisiplin. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, perancangan program dinilai akan lebih holistik dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Fidela menjelaskan bahwa dalam konteks pembangunan nasional yang semakin kompleks, mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi bagian dari narasi perubahan, tetapi menjadi aktor penting dalam transformasi sosial.
Menurutnya, program Mahasiswa Berdampak menjadi medium pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh di kampus harus bisa menyentuh persoalan nyata dan relevan di masyarakat. Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama,” jelas Fidela lagi.
Sementara dalam sesi bimbingan teknis, Prof. Yohana menegaskan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan masyarakat.
“Kalau bicara soal permasalahan masyarakat, mahasiswa nomor satu. Mereka yang pertama kali bergerak ketika ada hal yang tidak sesuai,” ujar Yohana.
Ia juga memaparkan tema-tema pengabdian yang terbagi ke dalam berbagai bidang kewilayahan seperti pendidikan, pertanian, kesehatan, peternakan, hingga mitigasi kebencanaan dan seni budaya.
Program ini juga memprioritaskan bidang fokus seperti pangan, energi, dan kesehatan yang sejalan dengan delapan bidang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045.
Fokus lainnya meliputi ekonomi hijau, ekonomi biru, swasembada pangan, hingga perbaikan infrastruktur dasar.
Menanggapi penyelenggaraan bimtek tersebut, Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho menyambut baik sinergi dengan program Mahasiswa Berdampak, karena sejalan dengan semangat Kampus Merah Putih tersebut.
Ia menambahkan bahwa pada tahun ini, Untag Surabaya mengirimkan sekitar 1.800 mahasiswa untuk mengikuti KKN, yang secara struktural memang sudah menyatu dengan program pengabdian masyarakat.
“KKN Untag Surabaya itu 140 jam untuk menyusun kerja yang dilakukan di desa atau pengabdian yang dikerjakan di desa. Baik itu dari teknologinya atau entrepreneurnya. Nanti, mahasiswa yang sudah mengikuti program ini akan dikonversi ke KKN,” ungkapnya.
Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi langkah konkret DPPM dalam mendorong peran aktif mahasiswa, khususnya pengurus BEM, sebagai agen perubahan yang berdaya dan berdampak.(**)






