Pendamping Kabupaten Kawal Bantuan Jatim Puspa: Fokus pada Usaha Perempuan dan Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
Img 20250626 Wa0012

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (PUSPA) kembali digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada desa.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2020 dan terus berlanjut hingga tahun 2025. Tahun ini, Desa Yosorati di Kabupaten Jember menjadi salah satu dari lima desa penerima manfaat program, dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 60 keluarga.

Program Jatim PUSPA menyasar perempuan yang sebelumnya merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) namun telah dikeluarkan dari program tersebut, baik karena alasan alami, mandiri, maupun karena telah dinyatakan sejahtera.

Para penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp2,5 juta dalam bentuk barang sesuai kebutuhan usaha, bukan uang tunai. Bantuan tersebut dapat berupa alat dan bahan usaha seperti peralatan memasak, bahan baku, atau perlengkapan lain yang mendukung aktivitas usaha mereka.

Tahun ini, program Jatim PUSPA juga membawa pendekatan baru dengan menambahkan komponen ketahanan pangan. Sesuai instruksi dari Presiden RI, minimal Rp500.000 dari total bantuan dialokasikan untuk mendukung usaha yang berkaitan dengan ketahanan pangan seperti perikanan, peternakan, maupun agribisnis. Hal ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal.

Pelaksanaan program di tahun ini mengalami sedikit keterlambatan akibat proses perubahan anggaran dari Pemerintah Provinsi yang baru disahkan pada 17 Mei lalu. Akibatnya, program yang semula dirancang berjalan selama sembilan bulan, kini akan dilaksanakan dalam waktu tujuh bulan, dimulai dari Juni hingga Desember 2025. Namun demikian, pelaksana di lapangan tetap optimis sasaran program dapat tercapai sesuai jadwal.

Di Kabupaten Jember sendiri, Jatim PUSPA tahun ini dilaksanakan di lima desa dari lima kecamatan, yaitu Desa Yosorati (Kecamatan Sumberbaru), Desa Kaliwining (Kecamatan Rambipuji), Desa Sukorambi (Kecamatan Sukorambi), Desa Lampeji (Kecamatan Mumbulsari), dan Desa Sukergidul (Kecamatan Jelbuk). Masing-masing desa menerima 60 KPM, kecuali Desa Sukergidul yang hanya menerima 38 KPM.

Menurut Ahmad Muhtaramin, S.H., selaku pendamping kabupaten untuk program Jatim PUSPA, indikator keberhasilan program ini mencakup empat hal utama, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat manfaat, dan tepat administrasi. Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan, dilakukan monitoring dan evaluasi setelah penyaluran bantuan. Dengan pendekatan ini, Jatim PUSPA diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga di wilayah pedesaan. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *