Madiun, 22 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Madiun menunjukkan komitmen kuatnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran program bantuan sosial (bansos) natura, pakan natura, dan bantuan sosial usaha ekonomi produktif (UEP) yang dilaksanakan di beberapa titik, termasuk Pendopo Kecamatan Pilangkenceng dan Pendopo Kecamatan Mejayan pada Selasa (22/7/2025).
Di Kecamatan Pilangkenceng, sebanyak 126 penerima manfaat sangat antusias menyambut bantuan natura dan pakan natura untuk pencegahan stunting. Sekretaris Kecamatan Pilangkenceng, Ahmad Junaidi, menyatakan apresiasi positif atas program ini. “Kami sangat mengapresiasi karena bantuan ini langsung menyasar penerima stunting yang memang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita,” ujar Junaidi. Ia menambahkan bahwa program ini menjadi nilai positif bagi warga, menunjukkan kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial. Junaidi berharap angka stunting di wilayahnya dapat terus menurun setiap semester atau triwulan demi kecerdasan anak-anak dan kemajuan daerah.
Secara simbolis, penyerahan bantuan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Mejayan, dihadiri oleh PLT Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, M.Pd. Hendro menjelaskan bahwa penyaluran bantuan natura dan pakan natura (berupa telur, susu, dan biskuit) ini menjangkau total 1.681 penerima yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun.
Selain bantuan untuk pencegahan stunting, Dinas Sosial juga menyerahkan Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Hendro merinci, bantuan modal senilai Rp3.000.000,00 diberikan kepada 60 penerima manfaat yang telah memiliki rintisan usaha. “Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun,” tegas Hendro.
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap, bantuan natura dan pakan natura dapat secara signifikan mengurangi angka stunting, meningkatkan kualitas hidup anak, meningkatkan kesadaran gizi, dan mengurangi beban ekonomi keluarga berisiko stunting. Sementara itu, bantuan UEP diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menekan angka kemiskinan. “Ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, Sejahtera), di mana masyarakat bisa menikmati kemakmuran, bebas dari kemiskinan, tidak kelaparan, serta terjamin pendidikan dan kesehatannya,” pungkas Hendro.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi Kabupaten Madiun yang bersahaja. “Dengan memberikan bantuan makanan dan modal sebesar 3 juta rupiah kepada pengusaha pemula, kami berharap ini dapat bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan usahanya dan juga menambah gizi keluarga,” kata Bupati Hari. Ia menambahkan bahwa secara tidak langsung, ini adalah komitmen Pemkab Madiun untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Madiun.
Bupati juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. “Kesehatan itu adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah. Pemerintah sudah memberikan bantuan dan program, tetapi jika masyarakat tidak ikut berpartisipasi, hasilnya akan sama saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Hari Wuryanto menyampaikan kabar gembira terkait data stunting di Kabupaten Madiun. “Saat ini, data stunting di seluruh Kabupaten Madiun tercatat 1.652 kasus. Angka ini cukup menggembirakan karena secara persentase, kita berada di angka 5,3% pada saat bulan timbang kemarin,” ungkapnya bangga. Angka ini jauh di bawah persentase nasional yang mencapai 19,8%. Pemerintah Kabupaten Madiun optimistis dan bertekad untuk mencapai zero stunting di tahun 2030.(Tia/Merry)






