SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas Surabaya (Ubaya) menjalin kemitraan strategis dengan SPS Corporate dan SMB Group untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus mendukung mobilitas akademik.
Kerja sama ini ditandai dengan serah terima satu unit bus operasional di halaman perpustakaan kampus Ubaya, Kamis (31/07/25).
Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung pendidikan tinggi melalui peningkatan fasilitas transportasi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Rektor Ubaya Benny Lianto menyampaikan bahwa bantuan transportasi ini akan digunakan untuk mendukung mobilitas mahasiswa, dosen, serta tamu kampus, baik di kampus utama Tenggilis, kampus satelit di Surabaya Barat, maupun dalam kegiatan kunjungan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Bantuan ini untuk menambah kapasitas transportasi yang sudah ada. Baik untuk kegiatan internal maupun eksternal kampus, termasuk kunjungan industri,” kata Benny.
Namun lebih dari sekadar bantuan fisik, Benny menekankan bahwa kerja sama ini menjadi momentum membanggakan bagi Ubaya, mengingat dua alumni mereka kini menempati posisi strategis di SPS Corporate.
“Mereka tidak hanya unggul dalam knowledge, tapi juga punya mentalitas dan karakter kuat, sehingga dipercaya menduduki posisi puncak. Akreditasi atau peringkat itu oke, tapi paling penting alumninya berhasil dan berdampak bagi masyarakat” terangnya.
Benny juga menegaskan bahwa Ubaya dan SPS Group telah menjalin kerjasama sejak lama, dan saat ini tengah menjajaki kolaborasi riset bersama. Fokus utama riset adalah substitusi bahan baku impor, khususnya bahan kimia, untuk memperkuat kemandirian industri nasional.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT Sun Paper Source (SPS) William Yaury, yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubaya, menyatakan bahwa SPS Corporate berkomitmen membangun kerja sama jangka panjang dengan Ubaya.
“Kami berharap ini tidak berhenti pada pemberian saja, tetapi juga berlanjut pada kolaborasi nyata. Dunia industri seperti kami sangat membutuhkan kontribusi dari dunia pendidikan,” jelas William.
William juga menyoroti pentingnya pembekalan lulusan sejak di bangku kuliah agar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.
“Kami akan terus memberikan masukan, khususnya terkait mentalitas kerja dan kesiapan lulusan. Ini penting agar generasi baru bisa beradaptasi dan memberi kontribusi besar bagi industri,” terang William.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia industri, yang tidak hanya berorientasi pada program CSR, tapi juga pada pembangunan SDM unggul dan berdaya saing tinggi.(**)






