Semangat Hijau Tumbuh dari Sekolah, Bergema di Hari Konservasi Alam Nasional

  • Whatsapp
Img 20250807 Wa0044

JEMBER, Nusantaraabadinews.com Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025 dirayakan dengan cara istimewa di SMAN 5 Jember, Rabu (6/8/2025). Sekolah yang telah lama dikenal sebagai pelopor gerakan lingkungan di Jawa Timur ini menggandeng Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dan Sintas Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan edukatif yang sarat nilai konservasi dan kolaborasi.

Sejak pagi, suasana aula sekolah tampak berbeda. Ratusan siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan yang dibuka dengan penanaman pohon simbolis oleh Kepala Sekolah, Kepala Balai TNMB, dan perwakilan Sintas Indonesia. Penanaman tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata dari harapan bersama akan masa depan yang lebih hijau dan lestari.

Upacara pembukaan dilaksanakan secara khidmat, diawali lagu Indonesia Raya dan Mars SMAN 5 Jember. Sambutan dari masing-masing perwakilan lembaga, penayangan film dokumenter tentang TN Meru Betiri, hingga prosesi penyerahan cinderamata dan doa bersama menjadi bagian dari momen reflektif sekaligus menginspirasi.

Img 20250807 Wa0043Dalam sambutannya, Kepala Balai TNMB, RM Wiwied Widodo, S.Hut., M.Sc., menyampaikan fakta penting mengenai fungsi vital Meru Betiri sebagai penyedia air bersih bagi warga Jember. Namun, kawasan ini terancam akibat kerusakan hutan yang mencapai 2,6 hektare per tahun. “Kalau tidak kita jaga, bisa habis dalam 30 sampai 40 tahun ke depan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya program “Meru Betiri Goes to School” untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak bangku pendidikan.

Sesi talkshow menjadi ruang dialog yang menyenangkan sekaligus menggugah. Ringga dari Sintas Indonesia membuka pembahasan tentang krisis iklim dan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ekosistem yang tersisa. Ia mengajak siswa untuk menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pengamat.

Talkshow semakin hidup saat Dwi Endah Widyasih, S.Hut., alumni SMAN 5 Jember yang kini berkiprah di TN Meru Betiri, berbagi pengalaman tentang eco-lifestyle. Ia menjelaskan bahwa gaya hidup ramah lingkungan tidak harus mahal atau rumit, tetapi membutuhkan konsistensi dan kesadaran dalam tindakan sehari-hari.

Dukungan dari internal sekolah juga terlihat kuat. Dwi Herwanto, guru sekaligus Koordinator Adiwiyata, memaparkan bagaimana SMAN 5 Jember menerjemahkan program lingkungan ke dalam aksi nyata. Mulai dari memilah sampah, berkebun, hingga membangun budaya ramah lingkungan di kalangan siswa menjadi bagian dari rutinitas harian.

Img 20250807 Wa0042Acara dikemas hangat oleh moderator Hendra Prasetyawan, S.IP., dari Humas TNMB. Suasana talkshow yang interaktif membuat para siswa antusias bertanya dan berdiskusi. Beberapa di antaranya mendapat doorprize sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

Kepala SMAN 5 Jember menegaskan bahwa sekolah tidak ingin hanya merayakan HKAN sebagai kegiatan simbolik. “Kami ingin menjadikannya titik tolak gaya hidup baru yang lebih ramah terhadap alam,” ujarnya. Ia berharap semangat konservasi yang ditanamkan bisa terus tumbuh dan menyebar di kalangan pelajar.

Sebanyak 100 siswa dan 15 guru perwakilan mengikuti kegiatan ini. Mereka pulang dengan semangat baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya konservasi alam. Dari ruang kelas, dari Jember, generasi muda telah menyuarakan komitmen: menjaga bumi adalah tugas bersama. (Erman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *