SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Sebanyak 6.662 Mahasiswa Baru Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026, di halaman menara Wiyama Twin Tower, UPN Veteran Jatim, pada Sabtu (16/08/25).
Selain mahasiswa baru dari 34 provinsi di Indonesia, dalam PKKMB yang akan berlangsung selama seminggu ini, juga diikuti mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Pakistan, Saudi Arabia, Ghana, Yaman, Madagaskar, Tajikistan, Timor-Leste, Thailand, Gambia, Kenya, Rwanda, Eswatini, Nigeria, dan Kepulauan Solomon.
Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT, IPU., mengatakan PKKMB bukan sekadar orientasi kampus, melainkan langkah awal dalam membentuk karakter bela negara, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik dan non-akademik yang relevan dengan tantangan industri 4.0 dan society 5.0.
“Kami ingin melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menjadi pionir pembangunan di masa depan,” kata Akhmad Fauzi.
Selama seminggu pelaksanaan PKKMB akan diisi dengan pembekalan materi kebangsaan, pengenalan fakultas dan organisasi mahasiswa, pembinaan etika akademik, hingga pelatihan soft skills dan kkreativitas
“Melalui program itu, diharapkan mahasiswa baru mampu beradaptasi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Akhmad Fauzi.
Pihaknya juga memastikan, PKKMB sudah disiapkan sebaik mungkin, termasuk antisipasi bullying yang berkolaborasi dengan para mahasiswa kakak tingkat untuk melaksanakan masa pengenalan kampus secara ramah.
Staf Khusus Mendikti Bidang Saintek sekaligus Wakil Rektor UPNVJT, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D., menambahkan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki ruang penyaluran minat agar tidak tertekan secara mental.
“Karena tantangan dunia kerja, tantangan perkembangan ilmu dan teknologi ke depan, tidak lagi hanya dilihat dari satu aspek keilmuan saja, tetapi dari pendekatan multidisiplin dan interdisiplin. Oleh karena itu, kalau nanti lulus harus sudah paket komplit, tidak hanya pandai secara akademis, tapi juga dia harus dilengkapi dengan karakter-karakter ketangguhan,” terangnya.
Selain itu, Prof. Tjitjik juga menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan mental dengan manajemen stress dan memiliki karakter daya juang tinggi.
“Jadi, sekarang ini isu kesehatan mental juga banyak tumbuh di berbagai perguruan tinggi. Oleh karena itu, ini juga menjadi hal yang sangat penting bagi Kementerian, kemudian untuk bagaimana kampus itu juga mempunyai program atau aktivitas mahasiswa untuk kemudian melindungi agar kesehatan mentalnya itu bagus, artinya menjamin mahasiswa punya saluran-saluran agar tidak menjadi mahasiswa yang tertekan atau stres,” ungkapnya.
Tjitjik juga menekankan bahwa kurikulum Bela Negara yang wajib di UPNVJT menjadi salah satu penopang kesehatan mental mahasiswa.
Selain itu, Kementerian bersama perguruan tinggi kini tengah mendorong pengembangan kurikulum yang mencakup aspek jaminan sosial, pencegahan kekerasan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kurikulum ini tidak selalu harus terintegrasi dalam program studi formal, tetapi bisa masuk ke program kokurikuler atau ekstrakurikuler, termasuk melalui PKKMB,” jelasnya.(**)






