Wagub Emil : PMI dan PMR Punya Peran Strategis Siapkan Generasi Emas

  • Whatsapp
Screenshot 20250918 223508 Chrome

GRESIK, Nusantaraabadinews.com Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa kerelawanan dan kemanusiaan yang tinggi.

Hal itu disampaikan Wagub Emil saat menjadi memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PMI dan pembukaan kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke-10 tingkat Jatim Tahun 2025, di Lapangan Sepak Bola Semen Gresik, Kabupaten Gresik, Rabu (17/9/2025).

“Peringatan HUT ke-80 PMI ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan peran kemanusiaan dan menyiapkan generasi emas 2045 yang cerdas, tangkas, berbudaya, serta berjiwa kerelawanan.

Dan Jumbara adalah suatu ajang yang memberikan wadah generasi muda yang aktif di PMI maupun PMR untuk menyiapkan generasi dengan jiwa kerelawanan yang tinggi,” tutur Emil.

Momen peringatan HUT ke-80 PMI ini, bagi Emil adalah momen untuk merefleksi diri dalam menyiapkan generasi emas di tahun 2045 mendatang.

“Apa itu generasi emas? Generasi yang tangguh dan andal Punya semangat juang dan jiwa kerelawanan,” ujar Emil.

Menurutnya, jiwa kerelawanan yang menjadi prinsip dasar PMI harus ditanamkan sejak dini melalui pembinaan PMR di sekolah-sekolah. Dengan begitu, generasi muda akan terbiasa peduli, sigap, dan berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Generasi emas adalah generasi yang tangguh dan andal, punya semangat juang dan jiwa kerelawanan. Jangan menjadi generasi yang apatis dan abai. Jadilah generasi yang peduli dan mengambil bagian dalam pembangunan nasional,” tegas Emil.

Ajang Pengokohan Pembinaan PMR

Diketahui dalam peringatan HUT ke-80 PMI ini PMI Jatim juga mengadakan kegiatan Jumbara PMR, maka Emil menyatakan bahwa melalui Jumbara, PMI dapat mempersiapkan generasi penerus melalui pembinaan PMR dengan menanamkan jiwa kemanusiaan yang tinggi.

“Jumbara ini menjadi ajang untuk semakin mengokohkan Pembinaan palang merah remaja di sekolah. Dengan tema yaitu ‘Membentuk PMI yang Cerdas, Tangkas dan Berbudaya’.

Sebagaimana Ibu Gubernur sering menyampaikan bahwa sekolah adalah tempat untuk tidak hanya sekadar memperoleh pengetahuan sains dan ilmu lainnya, tetapi tempat untuk memupuk semangat juang, dan sekali lagi untuk menanamkan jiwa kerelawanan,” ujar Emil.

Dia berpesan kepada peserta supaya jangan menjadi generasi yang apatis dan abai, namun jadilah generasi yang peduli dan mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

“Masa depan bangsa ada pada generasi penerus adik-adik sekalian anak-anakku sekalian yang ada pada hari ini.

Usia produktif di 2045 yang nantinya akan dicapai oleh adik-adik PMR Ini adalah usia yang strategis untuk membangun bangsa kita,” pesan Emil.

Baginya, Jawa Timur adalah ladang pengabdian yang tepat untuk pembangunan, jarena Jawa Timur sebagai provinsi dengan 42 juta penduduk dari 38 kabupaten/kota, dari ujung paling barat Ngawi, sampai ujung paling timur Banyuwangi, lalu pesisir utara Madura, sampai titik paling selatan Pacitan. Semuanya memiliki kader-kader PMR yang peduli, sigap, dan mampu berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Sekali lagi kami mewakili Pemprov Jatim, berterima kasih kepada PMI Jawa Timur, Ibu Gubernur senantiasa akan berkomitmen untuk terus memberikan sinergi dalam kaitan dengan program mendukung pendanaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2018 Tentang Kepalang Merahan bahwa Kepalang Merahan pada hakikatnya menjadi tanggung jawab pemerintah yang disinergikan dengan PMI,” kata Emil.

Menyiapkan Generasi Cerdas, Tangkas dan Berbudaya

Sesuai dengan tema Jumbara yakni ‘Membentuk PMI yang Cerdas, Tangkas dan Berbudaya’ Emil menekankan, bahwa generasi yang cerdas jawaban dari permasalahan dunia.

“Karena kita harus menyelesaikan permasalahan Dengan ilmu pengetahuan. Tangkas artinya tidak menjadi generasi muda yang malas bergerak. Tapi generasi muda yang sigap untuk segera bergerak ke titik-titik manapun yang membutuhkan dengan mengedepankan etika berbudaya,” ujar Emil.

Dia pun mengajak peserta Jumbara yang diketahui berjumlah 1.500 orang dari 38 kontingen kabupaten/kota di Jawa Timur untuk menjadi generasi yang mau menyaring informasi.

“Mari kita menjadi generasi yang tidak bersumbu pendek, generasi yang mau menyaring informasi. Untuk kemudian tentunya menjadi generasi muda yang peduli, partisipatif.

Tetapi tentunya tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi yang merupakan provokasi, demokrasi dijunjung tinggi, ruang aspirasi publik harus dihormati. Pemerintah dan institusi negara harus terbuka kepada masukan kritik,” ajak Emil.

Menjadi generasi yang berbudaya, merupakan yang ditekankan Emil selanjutnya kepada peserta. Supaya menjadi generasi penerus yang peduli, dan partisipatif terhadap pembangunan.

“Namun mari kita menjadi generasi muda yang tentunya mengedepankan berbudaya dalam segala keseharian kita. Kita jaga lingkungan di sekitar kita demi mewujudkan Jawa Timur yang semakin maju semakin sejahtera berkeadilan dan tentunya berkah di jalan yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Emil.

Jumbara bukan hanya pertemuan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan bagi remaja PMI. Ia optimistis mereka akan menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan sekaligus bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia emas 2045, terlebih PMI memiliki peran sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan internasional yang memegang teguh tujuh prinsip dasar, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan. (vin/s)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *