SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar workshop Literasi Digital bagi dosen dan mahasiswa FK.
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL, COBIT, CLA, CISA., hadir memberikan materi dalam workshop yang berlangsung di Ruang Rapat Graha Wiyata lantai lima Untag Surabaya ini.
Dalam workshop yang diikuti 16 orang mahasiswa FK angkatan pertama serta sejumlah dosen ini, Supangat yang juga pakar Teknologi Informasi dan Sistem Informasi membawakan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan akademik.
“Penggunaan AI dapat memberikan kemudahan besar bagi dosen maupun mahasiswa, khususnya dalam pencarian literatur dan penyusunan artikel,” ujar Supangat, Jumat (03/10/25).
“Ke depan, ini akan sangat membantu mahasiswa maupun dosen FK dalam mencari literatur atau referensi ketika menulis artikel,” sambung Supangat.
Menurut Supangat, pencarian jurnal atau artikel tidak lagi cukup dilakukan hanya melalui Google.
“Sekarang bukan zamannya lagi mencari jurnal lewat Google, karena hasilnya berserakan seperti ‘data sampah’. Dengan bantuan AI, kita tidak harus membaca satu per satu artikel. AI bisa membantu menemukan referensi yang benar dengan cepat,” ungkap Supangat saat menyampaikan materi dalam workshop.
Supangat juga menekankan bahwa kualitas AI sangat dipengaruhi oleh penggunanya. “AI itu cerdas jika yang mengendalikannya juga cerdas. Jadi, jangan takut digantikan AI, justru kita harus optimis memanfaatkannya,” jelasnya.
Supangat juga memperkenalkan sejumlah aplikasi AI yang relevan untuk mendukung kegiatan akademik.
“Membaca artikel kini tidak perlu dari awal sampai akhir. Gunakan AI ChatPDF, cukup unggah artikel lalu cari bagian yang dibutuhkan. AI akan membantu membacanya untuk kita,” terang Supangat saat memaparkan materi.
Lebih lanjut, Supangat menyebut aplikasi lain seperti AI Scholarcy yang dapat memetakan isi artikel mulai dari rumusan masalah, metode, hingga tujuan.
Sementara itu, AI NotebookLM mampu membuat ringkasan otomatis, daftar poin penting, hingga jawaban atas pertanyaan dari sumber yang dimasukkan.
“Setelah menyusun kalimat, gunakan Quillbot untuk parafrase agar bahasa yang dihasilkan lebih manusiawi dan bukan sekadar bahasa mesin,” katanya.
Supangat berpesan agar peserta bijak menggunakan teknologi.
“Dengan AI, tugas dosen bisa lebih ringan. Mahasiswa juga harus bijak, bukan sekadar copy paste. Gunakan AI untuk mempermudah proses seperti mencari literatur atau merangkum artikel, namun pemahaman konsep medis tetap harus dipelajari agar daya analisis tidak mati,” pungkasnya.
Dengan workshop ini Untag Surabaya terus menunjukkan komitmen sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hal tersebut sejalan dengan visi kampus nasionalis yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman, sehingga lulusannya siap menjadi tenaga profesional yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi.(**)






