SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar kesenian tradisional Jawa, Jaranan sebagai bentuk mengedepankan nilai budaya Indonesia serta melestarikan budaya lokal.
Pertunjukan kesenian Jaranan yang berlangsung Sabtu (04/10/25) di panggung Kampus Merah Putih dalam gelaran Untag Surabaya Expo 2025 ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kepedulian Untag Surabaya dalam menjaga seni tradisional di tengah derasnya arus globalisasi.
Kesenian jaranan sendiri dikenal sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional Jawa yang berbentuk tari, menggunakan properti berupa kuda kepang atau kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit dan dihias warna-warni.
Dan sebagai kampus nasionalis yang menerima mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, Untag Surabaya konsisten mengedepankan nilai budaya Indonesia.
Komitmen ini telah ditunjukkan sejak tahun lalu melalui penampilan bantengan di Untag Surabaya Expo 2024, dan kini dilanjutkan dengan menghadirkan kesenian jaranan sebagai wujud nyata pelestarian warisan budaya Jawa Timur.
Ketua Panitia Untag Surabaya Expo 2025, Supangat, M.Kom., Ph.D. ITIL, COBIT, CLA, CISA., menegaskan bahwa dukungan terhadap budaya lokal tidak hanya di acara expo setiap tahun.
“Tentunya pada setiap kegiatan kemahasiswaan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat, yang selalu memberi ruang untuk kreativitas yang berbasis budaya. Dengan begitu, komitmen kami tidak berhenti di acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa,” ungkap Supangat.
Selain pertunjukan kesenian Jaranan, Untag Surabaya Expo 2025 juga menampilkan beragam rangkaian, mulai dari pameran UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), produk UMKM, hingga penampilan kreatif mahasiswa.
Dengan mengusung tema ‘Kreativitas Lokal, Semangat Nasional’, expo ini menjadi ruang bagi mahasiswa, dosen, hingga alumni untuk menikmati sekaligus belajar dari kekayaan budaya bangsa.
Dalam Untag Surabaya Expo 2025 yang digelar di halaman kampus juga menghadirkan Band Pop Nasional Juicy Luicy.
“Juicy Luicy kami pilih karena musiknya dekat dengan generasi muda. Kehadiran mereka kami harapkan menjadi daya tarik sekaligus membangun suasana kebersamaan, semangat, dan kebanggaan sebagai keluarga besar Untag Surabaya karena mahasiswa hari ini adalah generasi digital yang dekat dengan musik populer,” pungkas Supangat.
Salah seorang mahasiswa baru dari Prodi Sastra Inggris, Arlin Purna Septiani, mengaku antusias dan bersemangat dengan kegiatan yang digelar di Untag Surabaya.
“Rasanya bangga karena Untag Surabaya ikut menjaga budaya lokal. Saya merasa terhibur dengan penampilan mereka karena antara gamelan dan tariannya terasa pas,” kata Arlin
Melalui gelaran ini, Untag Surabaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap pelestarian budaya dan modernitas yang relevan dengan zaman.
Untag Surabaya berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dididik menjadi insan akademis, tetapi juga agen pelestari budaya yang membawa semangat nasionalisme ke masa depan.(**)






