Menteri Wihaji Tinjau Program Gizi Gratis dan Pimpin Karnaval Lini Lapangan BKKBN di Surabaya

  • Whatsapp
Compress 20251009 144637 7510
Menteri BKKBN Dr. H. Wihaji didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur meninjau pemberian makanan bergizi gratis di SPPG Gubeng Surabaya.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja di Kota Surabaya, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan ini memuat dua agenda strategis, yakni monitoring program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok sasaran 3B (Bumil, Busui, dan Balita Non PAUD), serta penguatan implementasi Quick Wins BKKBN yang dikemas dalam kegiatan “Karnaval Tenaga Lini Lapangan” di Universitas Airlangga, Surabaya.

Kegiatan pertama dimulai pukul 07.30 WIB di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gubeng, Jl. Ngagel Jaya Barat No. 8, Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Dalam kunjungan itu, Menteri Wihaji meninjau langsung penyaluran Makanan Bergizi Gratis kepada beberapa keluarga penerima manfaat, di antaranya Tri Murtini dan Yusmiana (kategori Baduta), serta Puput Indra Ardilla (kategori Bumil).

Compress 20251009 144637 7510
Menteri BKKBN Dr. H. Wihaji didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur meninjau pemberian makanan bergizi gratis di SPPG Gubeng Surabaya.

Program ini merupakan intervensi sensitif dan spesifik untuk memastikan asupan gizi optimal bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berisiko stunting.

“Pemberian makanan bergizi ini adalah investasi kita untuk masa depan bangsa. Kita pastikan setiap anak berisiko stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan asupan terbaik. Program ini harus efektif, tepat sasaran, dan membawa hasil nyata bagi percepatan penurunan stunting,” tegas Menteri Wihaji saat meninjau lokasi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Sukaryanti, M.Si., yang turut mendampingi Menteri Wihaji, menambahkan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota dengan capaian percepatan penurunan stunting terbaik di Jawa Timur.

“Sinergi lintas sektor yang dilakukan Pemkot Surabaya, mulai dari kader, puskesmas hingga PKK kelurahan, menjadi model kolaborasi yang efektif. Kami terus memperkuat sistem data dan pemantauan agar bantuan gizi dan intervensi bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang hadir dalam agenda tersebut, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui BKKBN.

“Pemkot Surabaya sangat mendukung penuh upaya percepatan penurunan stunting. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja nyata di lapangan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat,” kata Armuji.

Usai meninjau program gizi gratis, Menteri Wihaji melanjutkan agenda kedua pada pukul 09.00 WIB di Gedung Convention Center Universitas Airlangga Kampus C, Mulyorejo.
Kegiatan “Karnaval Tenaga Lini Lapangan” ini menjadi momentum apresiasi dan motivasi bagi ribuan Kader KB, Penyuluh KB, dan Remaja GenRe dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menyampaikan rasa bangga terhadap semangat dan pengabdian para tenaga lini lapangan.

“Karnaval ini bukan hanya perayaan, tetapi simbol kekuatan kita di lapangan. Para Kader KB adalah ujung tombak yang tak kenal lelah, Penyuluh KB adalah mentor hebat, dan Remaja GenRe adalah harapan bangsa menuju Bonus Demografi 2045,” ujarnya.

Acara juga diwarnai dialog interaktif antara Menteri dengan perwakilan GenRe, PKB, dan Kader KB.
Dalam dialog tersebut, Menteri menekankan pentingnya peran GenRe sebagai Duta Perubahan Perilaku, terutama dalam edukasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan usia anak.

Sebagai puncak acara, ribuan peserta membacakan Ikrar Apel Kesiapan Tenaga Lini Lapangan sebagai bentuk komitmen mendukung Quick Wins BKKBN, di antaranya: Menjalankan Program GENTING dengan meningkatkan peran serta mitra sebagai orang tua asuh.
Menyukseskan Program TAMASYA dengan memastikan seluruh pengasuh tersertifikasi.
Menggerakkan Program GATI untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Mendukung Program SIDAYA guna mewujudkan lansia SMART dan produktif.
Serta mengimplementasikan Super App Keluarga sebagai inovasi digital menuju keluarga berkualitas.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata komitmen BKKBN untuk mempercepat penurunan stunting nasional melalui intervensi gizi yang tepat sasaran, serta penguatan kapasitas dan motivasi tenaga lini lapangan di seluruh daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan stunting harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia usaha,” pungkas Menteri Wihaji.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *