Anggota DPR RI Tom Liwafa Jalani Sidang Disertasi Program Doktor Unair

  • Whatsapp
Compress 20251015 160716 6127

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Politikus Arizal Tom Liwafa mengikuti sidang proposal disertasi program Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Rabu (15/10/25).

Dalam sidang yang berlangsung tertutup di Gedung Pasca Sarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Arizal Tom Liwafa menyelesaikan sidang proposal desertasinya dengan judul “Pengaruh Entrepreneurial Orientation dan Knowledge Transfer Terhadap Innovation Aesthetics dan Sustainable Competitive Advantage”.

Bacaan Lainnya

Ujian tertutup disertasi ini menandai puncak dari perjuangan panjang anggota DPR RI Komisi V ini dalam menuntut ilmu.

Acara ujian tertutup yang dilaksanakan secara hybrid (offline dan online) di Ruang Kuliah Internasional III Warmadewa Lantai 1 Gedung Pascasarjana UNAIR tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan akademisi.

Sementara tim penguji ujian doktoral Arizal Tom Liwafa terdiri dari Dr. Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, SE., M.Si., Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. (Promotor), Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog (Ko-Promotor), Prof. Dr. Drs. Thomas Stefanus Kaihatu, M.M., Dr. Tuwanku Aria Auliandri, SE.,M.Sc., Dr. Zuyyina Choirunnisa SM., MSM dan Dr. Fiona Niska Dinda Nadira, SE., M.SM.

“Penelitian ini mengupas tuntas bagaimana orientasi kewirausahaan dan transfer pengetahuan dapat memengaruhi estetika inovasi dan keunggulan kompetitif berkelanjutan,” kata Tom Liwafa saat ditemui seusai sidang.

Temuan dari disertasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam konteks inovasi dan daya saing bisnis di Indonesia.

“Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perusahaan, khususnya UMKM, dapat terus berinovasi dan bersaing secara berkelanjutan di era yang semakin kompetitif ini,” ujar Tom.

Prof. Fendy Suhariadi, Ko-Promotor disertasi, menjelaskan bahwa proses bimbingan dilakukan secara adil dan berorientasi pada capaian mahasiswa.

“Desain yang kita buat adalah bahwa mahasiswa tetap kuliah dan mengikuti ujian-ujian sesuai dengan capaian yang dihasilkan. Setiap mahasiswa tidak ada yang diistimewakan dan semua berproses seperti yang dikerjakan oleh mereka sendiri. Apa yang dihasilkan mas Tom ini, ada temuan barunya tentang inovasi estetik,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Tommy Kaihatu, salah satu penguji, menambahkan bahwa riset ini memiliki potensi besar untuk pengembangan ilmu PSDM.

“Ini menjadi bahan untuk mengembangkan ilmu PSDM dalam rangka meningkatkan sustainability competitive advantage dan UMKM. Tentunya ada inovasi estetik yang perlu dikembangkan oleh UMKM agar mereka bisa berkembang, bisa sustain lagi. Riset ini tidak berhenti di sini. Ilmu tanpa praktek juga akan lumpuh dan pelanggan tanpa ilmu juga akan putus. Tetap harus dikembangkan pendekatan-pendekatan baru masih ada akses untuk melakukan riset-riset ini,” jelas Prof. Tommy.

Arizal juga berbagi tips tentang bagaimana ia membagi waktu antara kesibukan sebagai anggota dewan dan tugas sebagai mahasiswa doktoral.

“Tentu tidak mudah, tetapi dengan disiplin, prioritas yang jelas, dan dukungan dari keluarga serta kolega, semua bisa dijalankan dengan baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan ilmu yang saya peroleh ini akan sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” terang Arizal.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *