Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis wabah Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite oplosan yang telah menyebar luas di berbagai wilayah. Masyarakat merasa dirugikan dan mempertanyakan kualitas BBM yang dijual di pom bensin.
Menurut Sby pimpinan Redaksi Media On Line sabtu 1/11/2025 Targettkp86.com”Kasus BBM Pertalite oplosan ini adalah kegagalan sistem pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina dan pemerintahan. Kami menuntut agar Pertamina dan pemerintahan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini dan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.”
Habib selaku Redaktur Media On Line Target86tkp.com telah menerima banyak laporan dari masyarakat tentang kerusakan kendaraan yang disebabkan oleh BBM Pertalite oplosan. “Kami berharap agar Pertamina dan pemerintahan dapat memberikan solusi yang tepat dan adil untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Di sisi Lain salah satu Driver Media berinisial Sby saat di wawancarai awak media On Line beliau merasa sangat di Rugikan setelah isi Bahan Bakar jenis Pertalite.
mobil Ngadat sekarang.mobilnya harus masuk Bengkel. Di pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar ( Lapor ke pengaduan ( SPBU ) jalan kayon di pingpong
Sby menilai bahwa Pertamina dan pemerintahan terlalu lambat dalam menangani kasus ini dan terkesan melempar tanggung jawab. Mereka menuntut agar Pertamina dan pemerintahan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini dan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.pungkasnya
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pengawasan Pertamina dan pemerintahan dalam menangani masalah BBM di Indonesia. Masyarakat berharap agar pemerintah dan Pertamina dapat memberikan solusi yang tepat dan adil untuk mengatasi masalah ini. (Red)






