SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggandeng Koen Irianto Uripan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan peran kader kesehatan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Tepat Guna (TTG) Sanitasi.
Kegiatan yang digelar selama empat hari tersebut menjadi bagian dari penguatan program kesehatan lingkungan dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Surabaya.
Bimtek dibuka Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Kartika Sri Redjeki, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kader Surabaya Hebat (KSH) memiliki posisi penting sebagai ujung tombak edukasi kesehatan lingkungan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader kesehatan harus terus mendapatkan penguatan pengetahuan agar mampu menghadapi tantangan kesehatan lingkungan yang terus berkembang.
“Kader Surabaya Hebat menjadi pilar utama dalam mendukung program kesehatan lingkungan. Karena itu, kemampuan dan wawasan mereka perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dr. Koen telah lama mendampingi Pemerintah Kota Surabaya dalam berbagai program kesehatan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Koen menjelaskan bahwa Teknologi Tepat Guna (TTG) sanitasi harus dipahami secara sederhana dan mudah diterapkan masyarakat sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat melalui kader kesehatan yang aktif memberikan edukasi.
“Kader memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Mereka harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya,” katanya.
Ia menambahkan, kesehatan lingkungan tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan pemerintah tanpa dukungan masyarakat.
“Kader menjadi jembatan utama antara program pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kader sangat penting dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti materi. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait persoalan sanitasi di lapangan.
Metode penyampaian materi yang komunikatif membuat para kader lebih mudah memahami penerapan TTG sanitasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bimtek TTG Sanitasi Pilar 4 dan 5 STBM dilaksanakan pada 4, 6, 7, dan 11 Mei 2026. Hari pertama diikuti kader wilayah Surabaya Timur, hari kedua Surabaya Selatan, hari ketiga Surabaya Pusat dan Surabaya Utara, sedangkan hari keempat diikuti kader Surabaya Barat.
Kegiatan berlangsung di Grha Arya Satya Dinas Kesehatan Kota Surabaya Jalan Jemursari Nomor 197 Surabaya serta Ruang Rapat Puskesmas Benowo.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Surabaya berharap para kader semakin aktif mengedukasi masyarakat terkait sanitasi lingkungan dan penerapan Teknologi Tepat Guna untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat dan bersih.






