RSUD dr. Karneni Terima DBHCHT, Beri Manfaat Besar untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

  • Whatsapp
Img 20251104 Wa0084

Tulungagung, Nusantaraabadinews.com Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Tulungagung terus dioptimalkan bagi masyarakat melalui OPD setempat. Seperti halnya yang dilakukan RSUD dr. Karneni yang beralamatkan di desa Campurdarat, kecamatan Campurdarat – Tulungagung yang menggunakan DBHCHT untuk menunjang pelayanan kesehatan, dengan di belikan alat kesehatan (ALKES).

Direktur Utama RSUD Campurdarat dr. Karneni, dr. Rio Ardona, menyatakan RSUD Karneni seiring dengan peningkatan kelas rumah sakit, juga terus berusaha memberikan peningkatan kualitas pelayanan terhadap pasien serta berkomitmen penuh untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.

“Keberhasilan suatu rumah sakit bersumber utama dari faktor pelayanan yang berkualitas, dan pelayanan yang berkualitas,” kata dr. Rio akrab disapanya, pada Jumat (31/10) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut pihaknya menyatakan bahwa dengan peningkatan kualitas pelayanan ini akan bisa maksimal apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, selain itu dirinya mengatakan bahwa tahun 2025 ini RSUD dr. Karneni mendapatkan kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan sebagai pembelian alkes.

Img 20251104 Wa0083“Alkhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya DBHCHT ini, sehingga dalam mewujudkan cita-cita kami meningkatkan kualitas pelayanan akan segera terlaksana dengan baik, mengingat alat kesehatan ini mutlak kami butuhkan sebagai penunjang sarana dan prasarana,” lanjut Rio.

Masih dr. Rio menjelaskan, bahwa pada tahun 2025 RSUD dr. Karneni Tulungagung mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.1.895.819.300,-.

Tahun ini, 2025 RSUD dr. Karneni mendapatkan alokasi dana sebesar 1.895.819.300 rupiah, yang kami gunakan untuk pembelian belanja modal alat kesehatan. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya DBHCHT ini, karena kami bisa meningkatkan pelayanan kesehatan secara optimal dengan peralatan kesehatan yang ada, harapan kami, dengan adanya penambahan alat ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami, dalam pelayanan kepada masyarakat.” pungkasnya.

Sementara itu bagian humas RSUD dr. Karneni, Hendra Ivan Martono menjelaskan bahwa seluruh dana dari DBHCHT seluruhnya digunakan dalam pembelian alat kesehatan yang keseluruhan sebagai penunjang layanan yang secara optimal untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dalam pemanfaatan DBHCHT, kami terus dan selalu berkoordinasi dengan bagian Perekonomian Setda kabupaten Tulungagung selaku sekretariat DBHCHT, dan kami setiap tahun ada monev oleh Biro Perekonomian dari Provinsi,’ jelas Hendra di ruang kerjanya, pada Senin (4/11) pagi.

Tak hanya itu, pria berdomisili di desa Tanggung Campurdarat ini juga menyampaikan pesan dari RSUD dr. Karneni kepada masyarakat, bahwa dalam pemanfaatan DBHCHT 2025, RSUD dr. Karneni secara keseluruhan untuk pembelian alat kesehatan yang mana apabila pasien datang untuk berobat pihaknya tidak kesulitan dalam penanganan, baik pasien rawat jalan ataupun pasien rawat inap.

“Untuk difahami bagi masyarakat yang akan berobat di rumah sakit ini tidak perlu khawatir, karena dari hasil DBHCHT, manajemen rumah sakit secara total membelanjakan alat kesehatan, jadi jika ingin berobat di RS Karneni peralatan notabene telah mumpuni dan komplit, dan tentunya kami juga tetap minta dukungan dari masyarakat Tulungagung dan sekitarnya demi perkembangan dan pengembangan RSUD dr. Karneni Campurdarat – Tulungagung ini,” tuntasnya.

Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya laksanakan berbagai program dan kegiatan pemanfaatan DBHCHT. Diantaranya untuk memperbaiki layanan kesehatan, melakukan berbagai pelatihan bagi UMKM, membantu permodalan, memperluas akses lapangan pekerjaan dan sosialisasi bahaya rokok bagi kesehatan. (SUP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *