SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya mendukung program Fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gratis Tahun 2025 yang digelar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin). Program ini menyasar pelaku industri hulu dan antara di seluruh
Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur, dengan kuota terbatas sebanyak 1.000 sertifikat.
Program fasilitasi sertifikasi ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan berlangsung pada Oktober hingga November 2025. Kemenperin menunjuk PT Anindya Wiraputra Konsult sebagai Lembaga Verifikasi Independen (LVI) untuk wilayah II yang mencakup Jawa Timur. Pelaksanaannya turut mendapat dukungan dari KADIN Kota Surabaya yang akan berperan aktif dalam optimalisasi sertifikasi TKDN untuk industri hulu dan antara di Kota Surabaya
Ketua KADIN Kota Surabaya, HM Ali Affandi LNM, menilai program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat industri lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional. “KADIN Surabaya sangat mengapresiasi kebijakan Kemenperin yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha memperoleh sertifikasi TKDN secara gratis. Ini peluang besar bagi industri di Surabaya dan Jawa Timur untuk naik kelas dan memperkuat posisi dalam rantai pasok nasional,” ujarnya di Surabaya, Jumat (8/11).
Mas Andi, sapaan akrabnya menambahkan, KADIN Surabaya siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam melaksanakan fasilitasi pelaku industri agar dapat segera memanfaatkan program tersebut. “Kami akan membantu pelaku usaha dalam memahami mekanisme sertifikasi, mulai dari registrasi di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) hingga proses verifikasi lapangan,” katanya.
TKDN sendiri merupakan ukuran persentase nilai komponen lokal yang digunakan dalam proses produksi barang atau jasa di Indonesia. Penerapan TKDN menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri
serta mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Data Kemenperin hingga saat ini mencatat, sebanyak 1.628 produk industri alat kesehatan telah memiliki nilai TKDN antara 25–40 persen, dan 234 produk lainnya di atas 40 persen. Pemerintah menargetkan rata-rata nilai TKDN nasional dapat meningkat hingga 50 persen pada 2024–2025.Bagi pelaku industri, sertifikasi TKDN memberikan sejumlah manfaat strategis, antara lain: 1) Memenuhi persyaratan pengadaan pemerintah dan proyek strategis nasional; 2) Meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar nasional maupun ekspor, dan 3) Mendukung keberlanjutan program P3DN dan memperkuat kemandirian industri lokal.
“Kolaborasi antara Kemenperin, KADIN, dan pelaku usaha diharapkan mampu mempercepat peningkatan nilai kandungan lokal serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat industri manufaktur nasional,” ujar Ali Affandi.
KADIN Kota Surabaya mengajak seluruh pelaku industri hulu dan antara di wilayah ini untuk segera memanfaatkan program ini, sebagai langkah nyata memperkuat kontribusi industri lokal terhadap ekonomi nasional. Adapun, bagi pelaku usaha yang berminat untuk mengikuti fasilitasi sertifikasi TKDN gratis tersebut untuk dapat menghubungi Kadin Kota Surabaya maupun narahubung fasilitator PT Anindya Wira Konsult (Ibu Ayu +6281350003745). (Red)






