SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Masih dalam rangkaian memperingati HUT Ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Senin (24/11/2025) ini, dibuka oleh Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni. Sosialsasi ini juga menghadirkan narasumber dari RS Jiwa Menur Surabaya, dr Lila Nurmayanti.
Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni, menegaskan bahwa peringatan HUT KORPRI tahun ini difokuskan pada peningkatan daya saing ASN sekaligus penguatan kualitas kesehatan jasmani dan rohani. Selain sosialisasi bahaya narkoba, BKD juga melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan soliditas antarpegawai.
“Bahaya narkoba saat ini bukan hanya mengancam orang dewasa, namun juga anak-anak. ASN harus menjadi teladan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujar Indah.
Ia juga menekankan, pentingnya kewaspadaan terhadap produk suplemen atau minuman energi yang tanpa disadari berpotensi mengandung zat adiktif. Beban kerja tinggi, menurutnya, seringkali membuat sebagian orang mencari jalan pintas agar tetap bugar, padahal risiko kesehatan yang muncul bisa sangat fatal.
Sebagai langkah nyata, seluruh ASN diwajibkan menjalani tes urin. Program ini bukan sekadar pengawasan, tetapi juga komitmen membangun budaya kerja bersih dan bebas narkoba. Tercatat sekitar 769 ASN dari berbagai perangkat daerah mengikuti pemeriksaan serentak, di antaranya BKD, Bappeda, Bakorwil I Madiun, Cabdin Kehutanan Madiun, UPT LLAJ Madiun, UPT BLK Madiun, Bakorwil III Malang, UPT BLK Singosari, UPT Pengembangan Mutu Produk Industri Malang, UPT Pembibitan Malang, Bakorwil IV Pamekasan, UPT LLAJ Bangkalan, UPT Pendapatan Daerah Pamekasan, serta UPT PSDA WS Kepulauan Madura.
“Kegiatan ini diharapkan ASN Pemprov Jatim dapat bersih dari narkoba dan sehat jasmani serta rohani. Dan kami berharap juga kegiatan ini dapat membangun Jawa Timur sebagai pintu gerbang Indonesia yang bersih dari narkoba dan memiliki ASN yang sehat serta produktif,”pungkasanya.
Sementara itu, dr. Lila Nurmayanti dalam pemaparannya menjelaskan menjelaskan jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) serta dampak medis, psikologis, dan sosial yang ditimbulkan.
Ia menegaskan bahwa kecanduan bukan hanya menyebabkan penurunan kesadaran dan perubahan perilaku, namun juga memicu ketergantungan fisik maupun mental yang berujung kerusakan kesehatan jangka panjang.
dr. Lila juga mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba pada ASN masih terjadi, dan proses rehabilitasi membutuhkan biaya besar serta waktu perawatan yang panjang. Karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik.
“Sebelum berpikir menggunakan narkoba, kita harus memikirkan dampaknya, mulai dari fungsi otak, pekerjaan, keluarga, hingga kehormatan diri,” ungkapnya. (pca,aye,wid/s)
Dinas KOMINFO JATIM






