Jatim Deklarasikan Diri sebagai Gudang Ternak Nasional

  • Whatsapp
Screenshot 20251124 221537 Chrome

Jember, Nusantaraabadinews.com Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan daya saing hasil peternakan lokal di tengah surplus produksi ternak yang dimiliki Jawa Timur. Ia meminta agar produk impor yang digunakan pemerintah pusat untuk pemenuhan kebutuhan nasional tidak diturunkan di pelabuhan maupun bandara di Jatim, karena berpotensi mengganggu ekosistem usaha dan distribusi peternakan daerah.

“Potensi peternakan Jawa Timur sangat komprehensif dan saat ini dalam kondisi surplus. Karena itu, apabila pemerintah pusat masih membutuhkan tambahan pasokan dari impor untuk memenuhi kebutuhan nasional, saya berharap produk impor tersebut tidak diturunkan di pelabuhan atau bandara di Jawa Timur. Kami khawatir hal itu dapat mengganggu stabilitas distribusi serta daya saing hasil peternakan lokal kita,” tegas Gubernur Khofifah pada puncak Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) di City Forest & Farm Arum Sabil, Jember, Senin (24/11/2025).

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, asosiasi veteriner, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja bersama menyukseskan program IB di Jawa Timur.

“Sinergi dan dedikasi panjenengan semua menjadi kekuatan besar dalam memajukan peternakan Jatim dan menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Deklarasi Gudang Ternak Nasional

Gerakan Serentak Pelayanan IB 2025 juga menjadi momentum deklarasi besar yang disampaikan DPD HKTI Jawa Timur bersama empat organisasi pilar peternakan. Yaitu, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI), dan Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (PARAVETINDO). Mereka bersama-sama menguatkan komitmen menjadikan Jatim sebagai Gudang Ternak Nasional.

Deklarasi tersebut berisi tiga poin utama:

1. Meningkatkan produktivitas ternak melalui inovasi lapangan yang berkelanjutan.

2. Memperkuat pemberdayaan peternak agar mandiri dan berdaya saing.

3. Menjaga kesehatan hewan dan keamanan produk demi pangan yang aman dan masa depan keluarga yang terjamin.

Rekor MURI Pelayanan IB

Jawa Timur kembali mencatat sejarah baru dengan meraih Rekor MURI untuk Pelayanan IB Terbanyak dalam Setahun. Sejak 1 Januari hingga 24 November 2025, total 1.019.397 ekor sapi telah berhasil diinseminasi—menjadikannya capaian tertinggi secara nasional.

Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian berbagai penghargaan untuk mendorong semangat petugas dan kelompok tani dalam meningkatkan kualitas layanan reproduksi ternak di lapangan.

Daftar penerima penghargaan :

Kabupaten/Kota dengan Kinerja Optimalisasi Reproduksi Terbaik: Kepala Disnak & Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung

Juara 1 Petugas IB Berprestasi (Aceptor Tinggi): Adhito Ferlandy, A.Md

Juara 1 Petugas IB Berprestasi (Aceptor Rendah): drh. Dani Eka Fiernanda

Juara 1 Dokter Hewan Berprestasi: drh. Yulia Darmawan

Juara 1 Paramedik Veteriner Berprestasi: Maya Rahmawati, A.Md

Juara 1 Kelompok Agribisnis Sapi Perah: Kelompok Tani Sari Agung III

Juara 1 Kelompok Agribisnis Sapi Potong: Kelompok Tani Sumber Widodo

Juara 1 Kelompok Agribisnis Kambing/Domba: Kelompok Tani Ternak Panjiwangi Sejahtera

Juara 1 Kelompok Agribisnis Unggas: Kelompok Sumber Unggas Jaya

Penghargaan Perintis Hygiene Sanitasi Pemotongan Unggas:

Tokoh Masyarakat: Zainal Abidin, S.Ag., M.Fill.I

Kepala Desa: Suedi

Penerima bantuan:

Bantuan Simbolis Vaksin dan Obat: Ir. Widodo Julianto

Bantuan Ternak untuk HKTI: Dr. H. Budi Sasongko, S.E., S.H., M.H.

Bantuan Pakan: M. Yatiem Farid (Ketua Kelompok Tombok Ati)

Penyerahan Kunci Simbolis Alsintan: Bp. Tohari

Selain itu, juga dilaksanakan rangkaian kegiatan berupa gerakan minum susu bersama, penyerahan bantuan pakan dan obat, serta distribusi dukungan sarpras lainnya bagi kelompok ternak di Jember dan sekitarnya.

Dukungan Lintas Pihak

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud apresiasi bagi petugas di lapangan yang telah menjadi ujung tombak pembangunan peternakan. Sementara Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak seluruh pihak terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi peternak di wilayahnya.

Dengan dukungan kuat lintas profesi, organisasi, akademisi, dan pemerintah, Jawa Timur semakin meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan peternakan nasional—mengukuhkan langkah besar menuju terwujudnya Jatim Gudang Ternak Nasional. (jal/s)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *