Rabat Beton Desa Sumurgenuk Retak Parah, Dugaan Penyimpangan Dana Desa Mencuat

  • Whatsapp
Foto: Kerusakan rabat beton Desa Sumurgenuk yang retak dan pecah diduga akibat pekerjaan tidak sesuai RAB.
Foto: Kerusakan rabat beton Desa Sumurgenuk yang retak dan pecah diduga akibat pekerjaan tidak sesuai RAB.

LAMONGAN, Nusantaraabadinews.com  – Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD) kembali menyeruak di Kabupaten Lamongan. Praktik korupsi yang menyeret oknum kepala desa seakan menjadi fenomena berulang. Terbaru, pembangunan rabat beton di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, menuai sorotan tajam setelah ditemukan rusak parah hanya dalam hitungan bulan. Pekerjaan senilai ratusan juta rupiah itu disinyalir tidak sesuai Rencana Anggaran dan Biaya (RAB).

Kerusakan itu terlihat dari pantauan di lokasi. Rabat beton berukuran 70.00 x 3.50 x 0.20 meter tampak retak dan pecah di sejumlah titik. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek tidak dikerjakan secara profesional dan diduga jauh dari spesifikasi teknis.

Bacaan Lainnya
Foto: Kerusakan rabat beton Desa Sumurgenuk yang retak dan pecah diduga akibat pekerjaan tidak sesuai RAB.
Foto: Kerusakan rabat beton Desa Sumurgenuk yang retak dan pecah diduga akibat pekerjaan tidak sesuai RAB.

Minimnya pengawasan dari instansi terkait turut menjadi sorotan. Pekerjaan infrastruktur di Desa Sumurgenuk dikeluhkan warga karena dianggap berkualitas buruk dan dikerjakan secara asal-asalan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa proyek tersebut baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu di tahun anggaran 2025. Namun kini kondisinya sudah memprihatinkan.

“Harapannya rabat beton ini bisa bertahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi warga Sumurgenuk dan masyarakat sekitar,” ujarnya ditemui pada Senin (24/11).

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Sumurgenuk, Supaat, tidak membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor desa, ia tidak berada di tempat. Perangkat desa menyebut bahwa Supaat sedang mengikuti kegiatan di Lamongan.

“Bapak Kepala Desa sedang tidak ada di tempat, ada rapat di Lamongan. Coba WA dulu,” kata seorang perangkat Desa Sumurgenuk.

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait kerusakan rabat beton tersebut, Supaat justru hanya mengirimkan gambar stiker bertuliskan “sendiko dhawuh” tanpa memberikan penjelasan apa pun.

Kerusakan berat yang terjadi ini menimbulkan keresahan publik. Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil langkah tegas untuk memeriksa dugaan penyimpangan dalam proyek yang menggunakan uang negara tersebut.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *