Ngawi – Upaya peliputan kasus dugaan keracunan makanan program MBG SPPG Yayasan An Nur Banaran di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, diwarnai insiden tidak menyenangkan. Sejumlah wartawan yang mencoba meminta konfirmasi nyaris diintimidasi dan hampir dihantam paving blok serta kayu oleh seseorang yang berada di lokasi.
Insiden terjadi ketika para jurnalis mendatangi area SPPG untuk mengklarifikasi kabar keracunan massal yang menimpa para pelajar dan santri. Beredar pula sebuah video yang memperlihatkan adanya tindakan intimidatif yang diarahkan kepada wartawan saat menjalankan tugasnya.
“Alhamdulillah aman, paling tadi mau gertak bawain paving sama kayu, tapi nggak diapa-apain sama yang jaga di sana,” ungkap Adi Susilo, salah satu wartawan yang berada di lokasi.
Sebelumnya, warga Mantingan digemparkan oleh kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 153 orang, terdiri dari pelajar TK hingga SMK, serta para santri dari dua pondok pesantren. Mereka mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu, 3 Desember 2025.
Data Korban Terdampak:
TK Desa Mantingan & Jatimulyo: 34 orang
SMK Muhammadiyah: 18 orang
MAN 3 Ngawi: 2 orang
SD Desa Mantingan & Jatimulyo: 54 orang
Pondok Miftahul Jannah: 35 orang
Pondok Anshoru Sunnah: 10 orang
Seorang siswa menceritakan awal mula merasakan gejala.
“Malamnya mulai mual, pusing, terus demam sama diare. Teman-teman yang lain juga banyak yang merasakan hal sama,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Mantingan, Muhammad El Riza, mengungkapkan terjadi lonjakan pasien sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.
“Mereka ditangani di beberapa fasilitas kesehatan. Ada satu pasien dari Puskesmas Mantingan yang harus kami rujuk ke RSUD untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi telah mengambil sampel makanan MBG untuk diuji di laboratorium. Penelusuran rantai distribusi juga dilakukan untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Kejadian ini memperpanjang daftar dugaan kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Ngawi.
Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah pelajar masih menjalani perawatan dan observasi intensif. Pemerintah daerah diminta segera memperketat standar kebersihan, pengolahan, dan distribusi makanan dalam program MBG, guna mencegah insiden serupa terulang.
Sementara itu, insiden intimidasi terhadap wartawan turut menjadi perhatian publik. Tindakan tersebut dinilai dapat menghambat transparansi informasi dan mengganggu tugas jurnalis dalam menyampaikan fakta kepada masyarakat.
kapolsek Mantingan Iptu Heru Muda menyampaikan “awak media hanya kurang komunikasi dengan pengelola SPPG nya, semua sudah di konfirmasi sehingga masalah bisa di selesaikan dengan Aman dan ada permintaan maaf dari pihak pengelolanya”.(Tia Herda)






