FP3TI Gelar Seminar Nasional: Dorong Pita Cukai Khusus dan Pembenahan Tata Kelola Industri Rokok yang Berkeadilan

  • Whatsapp
Img 20251213 Wa0664

SURABAYA — Forum Peduli Petani Pengusaha Hasil Tembakau Indonesia (FP3TI) menggelar Seminar Nasional bertema “Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola Industri Rokok yang Berkeadilan” yang berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025 di Hotel Sahid Surabaya. Acara ini sukses menyerap berbagai aspirasi pelaku usaha tembakau, menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, hingga legislatif, serta dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Seminar yang dimoderatori oleh Tutty Rahayu Matari, S.H., M.H. ini dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung secara dinamis. Ruangan penuh sesak oleh peserta yang terdiri dari pengusaha rokok lokal, petani tembakau, buruh industri rokok, aktivis, akademisi, advokat, hingga perwakilan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.

Serap Aspirasi Pelaku Usaha: Dorong Pita Cukai Khusus & Kemudahan Perizinan

Dalam forum tersebut, para pelaku usaha tembakau menyampaikan sejumlah rekomendasi penting, antara lain:

Perlunya pita cukai khusus yang lebih proporsional bagi industri kecil menengah.

Subsidi pita cukai bagi UMKM pertembakauan.

Pita cukai khusus kelas UMKM sebagai bentuk keberpihakan terhadap industri rokok lokal.

Img 20251213 Wa0663 Img 20251213 Wa0665 Img 20251213 Wa0666Permintaan agar proses pengurusan izin usaha dipermudah untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Mendesak pemerintah untuk segera mengoperasikan SIHT (Sistem Informasi Hasil Tembakau) di Kabupaten Pamekasan dan daerah lainnya.

Aspirasi tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif dan asosiasi pengusaha tembakau.

Deretan Narasumber Hadir Beri Pemaparan Komprehensif

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga penting, di antaranya:

1. Romdloni – Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas 2 DJBC Kanwil Jatim I

2. AKP Juwair, S.H., M.H. – Panit Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim

3. H. Zainal Arifin – Ketua DPRD Sumenep

4. H. Khairul Umam – Wakil Ketua DPRD Pamekasan

5. Novian Dermawan – Kepala KPPBC TMP C Madura

6. H. Marsuto Alvianto – Pengusaha Rokok Pamekasan Madura

7. H. Fathortosi

8. H. Mistari, serta perwakilan pengusaha dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Malang.

Seminar berlangsung dalam dua sesi.
Sesi pertama menghadirkan pemaparan dari DJBC, pengusaha rokok Pamekasan, serta Ketua DPRD Sumenep.
Setelah jeda ishoma, sesi kedua diisi oleh Ditreskrimsus Polda Jatim dan Kepala KPPBC TMP C Madura.

Apresiasi Tinggi dari Berbagai Kalangan
Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari pengusaha rokok lokal Jawa Timur, petani tembakau, buruh pabrikan, hingga akademisi. Turut hadir pula perwakilan KNPI Jawa Timur, para advokat, tokoh agama, dan veteran.

Mereka menilai bahwa forum seperti ini sangat penting untuk mendengar langsung permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, serta merumuskan solusi bersama dengan pemerintah.

Pesan Ketua Panitia dan Presiden FP3TI
Ketua Panitia, Bayu Pangarso, S.T., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dan menegaskan pentingnya dialog antara pemerintah dan pelaku usaha.

Acara ini sebagai penyambung kepentingan antara Pemerintah dan pengusaha, demi terwujudnya kesejahteraan berkelanjutan. Kebijakan pemerintah tidak boleh lagi memberatkan pelaku industri hasil tembakau, mulai dari perizinan, harga pita cukai, hingga sektor turunannya,” tegas Bayu.

Presiden FP3TI, Zaini Wer Wer, juga menyoroti ketimpangan penindakan terhadap rokok lokal serta proses perizinan yang masih dianggap menyulitkan.

Kami mendesak agar peredaran rokok dari luar Madura segera ditindaklanjuti. Jangan hanya rokok lokal yang dihabisi. Selain itu, Bea Cukai Madura harus mempermudah proses perizinan pendirian pabrik rokok di setiap daerah,” pintanya.

Lebih lanjut, Zaini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan masa depan industri tembakau yang mandiri dan berkeadilan.

Mari kita bangun kemitraan yang adil, kondusif, dan produktif antara petani, pengusaha hasil tembakau, pemerintah, serta seluruh pihak terkait.”

Seminar FP3TI ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan para pemangku kepentingan guna membahas tata kelola industri rokok yang lebih berpihak pada keberlangsungan UMKM dan kesejahteraan petani tembakau. Dengan tingginya antusiasme peserta, FP3TI berharap rekomendasi dari forum ini dapat diakomodasi oleh pemerintah dan dijadikan dasar kebijakan yang lebih berkeadilan di masa mendatang. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *