Gubernur Khofifah: PERHUMAS Berperan Strategis Menjahit Persatuan dan Daya Saing Indonesia

  • Whatsapp
Screenshot 20251215 191859 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai bahwa Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS) memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan bangsa sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global melalui komunikasi yang inovatif dan inklusif.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Konvensi Humas Indonesia 2025 bertema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global” di Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

“PERHUMAS memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjahit Indonesia lahir dan batin dengan membangun komunikasi yang baik, inovatif, dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Forum humas, menurut Khofifah tidak cukup hanya membangun narasi tentang kebhinekaan dan persatuan, namun juga harus diwujudkan dalam kerja nyata yang mencerminkan prinsip _no one left behind_, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Jawa Timur dengan tagline Gerbang Baru Nusantara berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

“Dari bumi Majapahit, Jawa Timur inilah sebetulnya kenapa kami punya tagline “Gerbang Baru Nusantara”, karena pada dasarnya no one left behind,” tutur Khofifah.

“Seringkali daerah-daerah sebelah barat majunya sudah luar biasa, namun di bagian Nusantara Timur beberapa masih harus didorong. Maka, profesi apapun, sektor apapun, saya rasa kita punya tugas supaya apa yang ada di dalam ruh SDGs, no one left behind, itu betul-betul kita bangun, kita wujudkan,” sambungnya.

Kehumasan dari Kacamata Generasi Muda

Selaras dengan programnya dalam hal kehumasan dan inovasi, Khofifah juga menyinggung program misi dagang Jawa Timur yang melibatkan generasi muda sebagai bagian dari strategi menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Melalui program tersebut, anak-anak muda diberi ruang berdiskusi dan berinteraksi lintas negara untuk menjahit masa depan Indonesia dengan perspektif dan gagasan mereka sendiri.

“Biarkan anak-anak muda menjahit negerinya dengan pola pikir dan perspektif mereka, agar kita siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Khofifah.

Dia menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur secara konsisten mendorong penguatan inovasi dan daya saing, termasuk melalui pembinaan sejak dini dan pengelolaan terintegrasi berbagai ajang kompetisi dan olimpiade siswa.

Bagi Khofifah, upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Indeks Inovasi Jawa Timur sebagai yang terbaik di antara seluruh provinsi di Indonesia.

“Indeks inovasi menjadi penting karena kita harus terus beradaptasi dengan berbagai perubahan,” katanya.

Bicara Baik, Bangun Optimisme

Gubeenur Khofifah juga menekankan pentingnya berbicara baik dan membangun prasangka positif dalam menghadapi tantangan disrupsi digital dan kecerdasan buatan. Hal ini selaras atau sesuai dengan kampanye yang digalakkan PERHUMAS yakni #IndonesiaBicaraBaik.

Khofifah meyakini, bahwa komunikasi yang baik akan memperkuat ketahanan masyarakat di tengah benturan budaya dan persepsi global.

“Saya menyampaikan bagaimana kita mengajak seluruh komunitas untuk berbicara baik, ini menjadi bagian penting menurut saya di dalam referensi Islam, itu ada hadis kudsi. Hadis kudsi itu hadis dari Allah langsung ke Rasulullah, tidak melewati malaikat Jibril.vHadis ini menyebut, “Aku akan memberikan apa yang dipersepsikan oleh hambaKu”. Maka memang bicara baik menjadi penting. Kalau Perhumas selalu menyampaikan bicara baik, bicara baik, bicara baik,”jelas Khofifah.

Dengan begitu, Khofifah melanjutkan, para penduduk yang di langit itu akan memberikan, kekuatan di tengah benturan peradaban apapun kepada mereka yang akan selalu bicara baik.

“Tetaplah berperasangka yang baik, tetaplah berperasangka yang positif, tetaplah berperasangka bahwa Indonesia kuat, warga Indonesia adalah warga yang punya daya saing yang bagus, dan punya kekuatan inovasi yang bagus,” pungkas Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh peserta konvensi untuk memanfaatkan data seperti Global Innovation Index, Global Competitiveness Index, dan World Talent Rankings sebagai dasar diskusi bersama dalam menyusun rencana aksi peningkatan daya saing bangsa.

Diketahui, Konvensi Humas Indonesia 2025 ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Khofifah dengan didampingi Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi mewakili Menkomdigi, Ketua PERHUMAS Pusat Boy Kelana Soebroto, dan Ketua PERHUMAS Surabaya Suko Widodo.

Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh insan humas dari berbagai sektor, pemangku kepentingan nasional dan internasional, serta perwakilan Global Alliance for Public Relations and Communication Management. Melalui kegiatan ini ke depan diharapkan menjadi penguat jejaring, kolaborasi, dan sinergi dalam membangun komunikasi publik yang berdaya saing global. (vin/s)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *