MALANG, Nusantaraabadinews.com – Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga melalui gerakan akselerasi Airlangga Global Impact Project (AGIP) menginisiasi suatu kegiatan pengabdian masyarakat bernama “GARDA X AGIP 2026” yang berfokus pada kegiatan berorientasikan pendidikan.
Terdapat salah satu program acara yang menggabungkan pilar pendidikan di bidang lingkungan dan kesehatan dengan nama programnya adalah “Jeriji: Handsoap Jeruk”
Program acara Jeruk Ringan Menjadi Istimewa (JERIJI): Handsoap Jeruk adalah acara edukatif yang disertai dengan praktik langsung pengolahan sabun cuci tangan cair menggunakan kulit buah jeruk peras. Program ini digagas oleh panitia GARDA X AGIP 2026 sebagai respons terhadap potensi sumber daya alam lokal yang melimpah, khususnya jeruk peras.
Melalui pemanfaatan limbah jeruk peras yang sebelumnya mungkin tidak dapat dioptimalkan nilai gunanya, bahan tersebut diolah menjadi produk handsoap yang memiliki nilai guna bagi kesehatan masyarakat setempat.
Mata acara JERIJI menyasar siswa-siswi kelas 5 MI Wahid Hasyim 2 Dau, Kabupaten Malang (9/1/2026). Acara diawali dengan sesi pembukaan oleh pembawa acara dan mendapat sambutan antusias dari sekitar 75 siswa-siswi.
Selanjutnya, pembawa acara mempersilahkan pemateri untuk dapat mempresentasikan sekaligus melakukan demonstrasi pembuatan handsoap berbahan kulit jeruk di hadapan siswa-siswi kelas 5 MI Wahid Hasyim 2 Dau.
Melalui praktik secara langsung ini, para siswa diharapkan dapat memahami proses pembuatannya dengan lebih mudah serta mampu mengaplikasikannya secara mandiri di rumahnya masing-masing.
Setelah handsoap selesai diproduksi dan siap digunakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mengenai langkah-langkah mencuci tangan yang tepat melalui media lagu.
Selanjutnya, beberapa siswa kelas 5 MI Wahid Hasyim 2 Dau secara bergiliran mempraktikkan teknik mencuci tangan yang benar menggunakan handsoap berbahan dasar kulit jeruk peras hasil olahan sebelumnya.
Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada siswa melalui penerapan cuci tangan yang baik dan benar sebelum melakukan aktivitas sehari-hari.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi kuis mitos atau fakta seputar kesadaran lingkungan. Pembawa acara membagikan lima kartu berisi pertanyaan yang ditujukan kepada siswa-siswi kelas 5 MI Wahid Hasyim 2 Dau.
Sesi ini berlangsung meriah dengan tingginya partisipasi siswa yang secara aktif berlomba-lomba untuk menjawab kuis. Pada akhir kegiatan, terdapat lima siswa yang berhasil memberikan jawaban dengan tepat dan cepat sebagai pemenang kuis.
Selanjutnya, panitia memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa-siswi yang berhasil menjawab kuis dengan tepat serta kepada peserta yang aktif membantu selama proses demonstrasi pembuatan handsoap.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat apresiasi dan kerja sama dari Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga yang diwakili oleh Vincintius Nolan sebagai Direktur Jenderal Sosial Masyarakat kepada Bapak Khusnul Yaqin selaku Kepala Sekolah MI Wahid Hasyim 2 Dau, kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Melalui program “Jeriji: Handsoap Jeruk”, Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi kepada siswa-siswi kelas V MI Wahid Hasyim 2 Dau terkait optimalisasi pemanfaatan potensi lokal.
Kegiatan ini menanamkan pemahaman bahwa jeruk tidak hanya memiliki nilai guna pada bagian buahnya, tetapi juga pada sisa kulitnya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat seperti sabun cuci tangan.
Tak hanya itu, siswa-siswi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menerapkan cara mencuci tangan yang benar sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. (ZAIKI)






